Tahlil Menggema Iringi Jenazah KH Maimun Zubair

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MEKAH– KH Maimun Zubair (ada juga yang menulis Maimoen Zubair) alias Mbah Moen, meninggal di Mekah Arab Saudi, Selasa, (6/8) pagi WIB.

Pria kelahiran Rembang itu wafat di usia 90 tahun. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang sedang bertugas di Mekah pun berkesempatan mengurus jenazah almarhum.

“Langit mendung Kota Mekah seakan gambarkan duka Menag @lukmansaifuddin beserta para santri KH Maimun Zubair yang sedang menanti pengurusan jenazah almarhum di halaman RS An Noer pagi ini,” bunyi twit Kementerian Agama @Kemenag_RI beberapa saat yang lalu.

Lantunan tahlil menggema mengiringi jenazah almarhum Mbah Moen dari RS An Noer untuk dimandikan.

“Menag @lukmansaifuddin bersama keluarga ikut memandikan jenazah almarhum Mbah Maimoen Zubair di pemandian Masjid Muhajirin Syauqiyah, Makkah,” tulis Kemenag.

Rasa duka menyelimuti sejumlah tokoh yang pernah dekat dengan Mbah Moen. Mahfud MD misalnya. Di akun Twitter-nya, Mahfud mengenang kebersamaannya dengan almarhum. “Beliau wafat di tempat yang dicintainya,” twit Mahfud di @mohmahfudmd.

Wafi Maimun Zubair, putra dari Maimun Zubair, mengatakan bahwa sang ayah akan dimakamkan di Tanah Suci. “Iya benar, dimakamkan di Mekah,” ujar ujar pria yang biasa disapa Gus Wafi, Selasa (6/8). Maimun Zubair yang biasa disapa Mbah Moen meninggal pada usia 90 tahun.

PSM Makassar vs Persija: Kans Pesta Juara Sore Ini

Jurnalis Harian FAJAR Terima Reward di Peluncuran Website Polres Sidrap

Pemasok Narkoba Nunung Ditangkap, 450 Gram Disita

Mbah Moen Dimakamkan Dekat Makam Istri Rasulullah

Mantan Ketua Tim Appi dan Danny Bertemu dengan Dokter Onasis

Gus Wafi mengatakan, pertimbangan keluarga memakamkan Mbah Moen di Mekah karena dekat dengan makam istri pertama Rasullullah Muhammad, Siti Khadijah, dan gurunya, Sayyid Muhammad. “Karena dekat dengan Siti Khodijah dengan Sayyid Muhammad gurunya,” katanya.

Pertimbangan lainnya, kata Gus Wafi, pemakaman Mbah Moen di Mekah juga atas permintaan dari Sayyid Ahmad Muhammad Al Maliki (cucu Mbah Moen). “Sayyid Ahmad juga memberikan arahan dimakamkan di Mekah,” ungkap Gus Wafi.

Pemakaman di Mekah juga dibenarkan oleh Abdul Ghafar Rozin selaku staf khusus Presiden Bidang Keagaman Dalam Negeri. “Rencananya disalatkan di Masjidilharam usai Salat jemaah Duhur dan dimakamkan di kompleks pemakaman Ma’la,” kata Abdul Ghafar Rozin.

Menurut Abdul Ghafar Rozin, dari informasi dari pihak keluarga, Kiai Maimun pernah menyampaikan ingin dimakamkan di Ma’la dekat dengan sang gurunya Sayyid Muhammad. “Sekarang baru diikhtiarkan untuk dimakamkan di sana,” tuturnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...