Tender Lamban, DPRD: Silpa Terancam Membengkak

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Tender yang lamban membuat serapan APBD tak maksimal. Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) berpotensi membengkak.

Anggota Banggar DPRD Sulsel, Selle KS Dalle menuturkan rendahnya serapan APBD dipicu dualisme yang timbul. Kata dia, OPD menjadi ragu-ragu dan berhati-hati mengambil kebijakan.

"Kepala OPD bingung. Mau ikut Gubernur atau Wagub. Imbasnya ini, anggaran jadi tidak maksimal terserap karena suasana birokrasi tidak nyaman. Kalau Silpa besar nanti, ya Pemprov bisa dibilang gagal kelola APBD. Percuma diberi uang banyak, tidak terserap," bebernya.

Selle juga menyebut kebijakan mengkonsolidasikan paket-paket kecil juga jadi penghambat. Kata dia, paket-paket kecil ini sengaja disatukan agar nilainya jadi besar. Tentu saja, perusahaan dengan modal besar saja yang berani ikut tender.

"Ini seperti ada pengaturan. Tender hanya untuk pengusaha kakap. Pengusaha kecil ya mati karena tidak dikasih kesempatan. Padahal tujuan APBD juga agar ada perputaran ekonomi. Usaha kecil juga harus ada imbas positifnya," tegasnya.(fik)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...