Transformasi Perpustakaan Inklusi Sosial, Perpurnas RI Gandeng Dinas

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAROS -- Stakeholder Meeting digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Selasa, 6 Agustus 2019. Kegiatan pertemuan ini guna membahas program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang mengaku mengapresiasi program transformasi perpustakaan ini. Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya dengan dipilihnya Maros sebagai salah satu penerima manfaat dari 500-an Kabupaten/Kota di Indonesia. "Salah satu kesyukuran karena dari 65 kabupaten/kota penerima, Maros menjadi salah satu penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," katanya. Harmil mengurai, di Maros ada 6 desa penerima manfaat, yakni Desa Pajukukang, Labuaja, Borikamase, Bonto Tallasa, Allaere, dan Desa Baruga. "Pemkab Maros sangat mendukung keberlanjutan transformasi perpustakaan, baik perpustakaan daerah maupun perpustakaan desa. Terutama penganggaran penguatan SDM aparat pengelola perpustakaan serta peningkatan sarana dan prasarana," ungkapnya. Harmil mengatakan, perpustakaan sangat penting dan strategis di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Selain berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan. Juga menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat," akunya. Tidak hanya itu, Harmil juga mengimbau agar desa penerima manfaat bisa menyisihkan anggaran desanya untuk pengembangan perpustakaan daerah. Sedangkan, Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Muh Alwi, mengatakan, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini digelar atas kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan