DPP Golkar Pede Dapat Restu PDIP Duduki Ketua MPR

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPP Golkar, Yahya Zaini meyakini pihaknya bakal mendapat restu dari PDIP perihal jabatan ketua MPR RI.

“Kami percaya PDIP dapat menyetujui jika posisi ketua MPR diberikan kepada Golkar,” kata Yahya, Rabu (7/8).

Menurut dia, partai koalisi pendukung Joko Widodo- Ma’ruf Amin juga sudah mengikhlaskan jabatan ketua MPR RI diberikan kepada Golkar.

Dia menambahkan, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto telah membicarakan hal itu dengan ketua umum partai koalisi lainnya.

Menurut Yahya, soliditas partai koalisi tak bisa dibantah. Dalam parlemen, gabungan partai-partai pendukung Presiden Jokowi telah membicarakan hal itu secara baik-baik.

Namun, Yahya memberi sinyal untuk bersikap terbuka terhadap oposisi di parlemen.

“Untuk di parlemen kerja sama dengan partai-partai nonkoalisi sangat dimungkinkan,” kata dia.

Sebelumnya, Ace Hasan Syadzily, ketua DPP Partai Golkar, mengatakan bahwa kesepakatan itu pernah dibahas bersama di kantor DPP Partai Nasdem pada 22 Juli. Disebutkan juga, keinginan tersebut sudah disampaikan kepada Jokowi.

Ace sangat optimistis paket pimpinan MPR yang baru nanti bisa dipilih lewat musyawarah mufakat, bukan voting. Dia berharap Partai Golkar yang menjadi ketua MPR. ”Kami akan terus menyampaikan keinginan Golkar kepada partai koalisi,” ucapnya.

Keistimewaan Selasa di Mata Mbah Meon

DPRD Sulbar Minta Raperda Ketenagakerjaan dan RUED Segera Tuntas

Formula 1 di Arab Saudi Bakal Terganjal Kasus Khashoggi

Dari Jepang, Deng Ical Ucapkan Selamat Juara ke PSM

Dosen UMI Latih Warga Hasilkan Santan Kelapa Sehat

Namun, yang disampaikan Ace tidak sepenuhnya disepakati anggota parpol koalisi Jokowi. PKB bersikukuh ingin mendapatkan jatah kursi itu.

Padahal, pertemuan di kantor DPP Partai Nasdem yang diklaim Golkar menyepakati jatah kursi ketua MPR untuk partai beringin itu juga dihadiri Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Justru PKB tetap menyodorkan nama Muhaimin untuk menduduki jabatan tersebut.

PKB memang tidak sevulgar Golkar dalam mengejar kursi itu. Wasekjen PKB, Daniel Johan menyatakan, musyawarah mufakat harus dikedepankan dalam perebutan kursi ketua MPR.

Partainya akan terus membangun komunikasi positif dengan partai lain, khususnya dengan koalisi Jokowi. ”Semuanya akan bisa diputuskan dengan baik melalui musyawarah mufakat,” tutur dia.

Di luar koalisi pendukung pemerintah, Partai Gerindra juga sangat serius mengincar kursi ketua MPR. Pertemuan antara Presiden Jokowi dan ketua umum Partai Gerindra di MRT pada 13 Juli lalu disebut-sebut sebagai pintu masuk. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...