Formula 1 di Arab Saudi Bakal Terganjal Kasus Khashoggi

FAJAR.CO.ID, HUNGARIA-- Selepas grand prix Hungaria, Minggu (4/8), tim peserta gelaran Formula 1 terlibat pembicaraan serius bersama penyelenggara balapan, Liberty Media.

Salah satu konsentrasi utamanya yakni pembahasan regulasi teknik dan penambahan jumlah seri F1 pada musim 2021 mendatang.

Team principal Ferrari Mattia Binotto membenarkan kabar tersebut. “Jika anda melihat kalender musim 2021, kami sedang mendiskusikan untuk menggelar 24 balapan,” katanya dikutip Grand Prix.

Yang menarik adalah satu di antara slot yang tersedia nanti dikabarkan diisi Arab Saudi. Media Inggris The Times melaporkan ada pembicaraan intensif yang melibatkan ofisial dari Arab Saudi bersama owner F1 terkait rencana gelaran grand prix Arab Saudi.

Tetapi, ada sejumlah masalah yang bisa mengganjal rencana besar tersebut. Yaitu, isu hak asasi manusia, kesamaan gender, dan kebebasan media. Salah satu yang menjadi sorotan adalah meninggalnya seorang jurnalis, Jamal Khashoggi, di konsulat jenderal Arab Saudi, Istanbul, Turki.

Jurnalis Arab Saudi itu diduga dibunuh tim operasi.

Kejadian itu menjadi kecaman dunia internasional dan masih menjadi ganjalan F1 serta tim peserta terkait rencana Arab Saudi menjadi host balapan jet darat tersebut.

Musim ini, Timur Tengah punya dua jadwal kalender F1. Yakni di sirkuit Yas Marina, Uni Emirat Arab dan Sakhir, Bahrain. Bila memang pada akhirnya masuk dalam daftar, Arab Saudi akan menjadi grand prix ketiga di Timur Tengah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...