Honorer K2 Indonesia : Jangan Asal Ngomong dan PHP

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih menanggapi rencana Mendikbud, Muhadjir Effendy mengkaryakan pensiunan guru PNS untuk mengajar lagi.

Sembari menunggu hasil rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) 2019. Mereka ditawarkan mengajar kembali dengan mendapatkan insentif dari dana BOS.

“Pemerintah hanya memikirkan taraf hidup orang pensiun yang sudah layak gajinya. Walaupun dana pensiunnya tidak 100 persen tapi masih jauh lebih baik daripada honorer K2. Apa enggak mikir, para honorer K2 yang tetap bertahan dengan upah di bawah standar kelayakan hidup,” kata Titi.

Sengon 1 Triliun

Tim Wasev Itdam/IV Diponegoro Tinjau TMMD Kalikondang

NA Ikut Kecam Razia Buku Oleh BMI

IAS Harap PSM Makassar Pertahankan Prestasi dan Pemda Benahi Stadion

Muzayyin Arif: Kiprah PKS Selalu Dinantikan Umat

Dia melanjutkan, apa pemerintah tidak berpikir juga, kalau honorer K2 usia di atas 35 tahun harus menunggu diangkat jadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), kapan itu tuntas?.

Yang hasil seleksi PPPK tahap I saja masih belum jelas kapan NIP-nya terbit, kok sudah bahas perekrutan PPPK tahap II.

“Lah terus yang tahap II mau mulai kapan dan akan selesai kapan. Jangan hanya asal ngomong dan PHP (pemberi harapan palsu)-lah tapi bukti tunjukkan dong,” seru Titi.

Mestinya, lanjut Titi, honorer K2 Indonesia yang pensiun dikasih insentif lebih besar atas pengabdiannya selama ini. Sebab, mereka yang selama ini bekerja dan bisa dipertanggungjawabkan kinerjanya.

“Lihat dong, lihat pengabdian honorer K2 yang sudah puluhan tahun. Jangan hanya pakai asumsi yang negatif terus ke honorer K2. Seakan-akan kami ini sampah yang tidak berguna,” tandasnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...