Majelis Etik Golkar Dinilai Tak Jelas Fungsinya

Rabu, 7 Agustus 2019 07:34

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pembentukan Majelis Etik Golkar oleh Airlangga Hartanto, dianggap sebagai langkah yang berlawanan dengan aturan partai.Dengan pembentukan badan tersebutt, Airlangga dipandang menyalahgunakan wewenangnya untuk duduk kembali sebagai Ketua Umum Golkar.Fungsionaris Golkar, M Syamsul Rizal mengatakan, kepemimpinan Airlangga makin hari semakin menyalahi aturan.Setelah tidak melaksanakan rapat pleno sebagai evaluasi setelah Pemilu 2019, kebijakan Airlangga banyak melanggar aturan dasar dan anggaran rumah tangga dan peraturan organisasi (AD/ART dan PO).”Majelis Etik itu instrumen abuse of power yang tidak jelas tugas dan fungsi juga kedudukan lembaganya,” kata Syamsul dalam keterangan yang diterima, Selasa (6/8).Syamsul mengatakan, Menteri Perindustrian itu harusnya mengeluarkan kebijakan harus taat pada konstitusi organisasi sebagai sumber hukum tertinggi dalam partai.Terkait dengan kedudukan Mejelis Etik Partai yang muncul tiba-tiba, menurut Syamsul hal ini berhubungan dengan keinginan Airlangga yang ingin duduk kembali sebagai Ketum Golkar.”Dijadikan sebagai alat untuk mengooptasi langkah-langkah politik kandidat lain yang mau maju juga sebagai calon ketua umum. Menurut saya ini namanya abuse of power“ dan benar-benar melanggar AD/ART maupun PO partai. Saya khawatir persoalan Majelis Etik yang tak jelas DNA-nya ini menjadi senjata makan tuan buat ketua umum,” kata Syamsul.

Regulasi Tiket Murah Bakal DihapusLPSK Ungkap Arab Saudi Jadi Negara Tujuan Praktik Trafficking

Komentar


VIDEO TERKINI