Moeldoko: Indonesia Bukan Negara Ijtimak

Rabu, 7 Agustus 2019 08:38
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Salah satu rekomendasi Ijtimak Ulama IV adalah mewujudkan NKRI syariah berdasarkan Pancasila. Pemerintah menegaskan akan melawan pihak-pihak yang mengembangkan ideologi selain Pancasila di Bumi Indonesia.“Indonesia bukan negara Ijtimak. Aturannya sudah jelas. Indonesia adalah negara hukum. Ada konstitusi, UUD 45, ada UU, ada Perpres. Ya sudah ikuti itu. Tidak ada yang lain. Indonesia bukan negara Islam. Negara kita sudah jelas ideologinya yaitu Pancasila. Ideologi lain tidak boleh dikembangkan di sini. Apabila ada ideologi yang berlawanan dengan Pancasila, harus dilawan,” tegas Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Negara, Jakarta , Selasa (6/8).Seperti diketahui, Ijtimak Ulama IV digelar di Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/8). Mereka membahas arah politik umat ke depan. Salah satu rekomendasinya adalah mewujudkan NKRI syariah berdasarkan Pancasila. Versi Ijtima Ulama IV, NKRI syariah yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci, di atas ayat konstitusi. Tujuannya, agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara.Pada kesempatan itu, Moeldoko menyatakan pemerintah menutup pintu dialog dengan Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya, tidak ada yang perlu didiskusikan dengan FPI. Mantan Panglima TNI itu meminta agar FPI tak mengembangkan ideologi lain di Indonesia. Permasalahan FPI akan selesai jika ormas itu mendeklarasikan Pancasila sebagai ideologi. “Intinya jangan mengembangkan ideologi lain. Itu prinsipnya. Kalau FPI oke ideologinya Pancasila, selesai. Jadi apalagi yang perlu didiskusikan? Saya pikir tidak ada,” paparnya.

Bagikan berita ini:
2
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar