Bedah Buku Pahlawan Nasional Andi Abdullah Baumassepe: Dia Meninggal Muda, Semangat itu Luar Biasa

Kamis, 8 Agustus 2019 - 16:49 WIB
Foto legenda: Arifin Nu'mang, Andi Sose, Andi Mannaungi, Yanci Raib, Alim Bachri, Andi Rivai, Andi Mahmud, Lanca (Dok/Yayasan Makkarumpa)

FAJAR.CO.ID, PAREPARE–Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak pahlawan nasional. Sayangnya dari puluhan pahlawan nasional tersebut, sangat minim literatur dan kajian tentang mereka.

Pembina Yayasan Andi Abdullah Baumassepe melaunching dan bedah buku “Biografi Pahlawan Nasional Letjen TNI, Andi Abdullah Baumassepe” bertempat di Gedung Islamic Centre Parepare, Kamis 8 Agustus 2019.

Dalam rilisnya kepada FAJAR, Andi Pamadengrukka mengatakan buku tersebut bukan untuk membesar-besarkan sosok pahlawan nasional tetapi tujuan utamanya agar generasi muda kita dapat mempelajari nilai-nilai kepahlawanan serta semangat perjuangan dari Baumassepe yang meninggal di usia muda 29 tahun melawan pasukan Hindia Belanda dibawah komando Westerling di kota Parepare ketika.

Mewakili Walikota Parepare, Salim Sultan selaku Kepala Kesbangpol mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku ini karena pemahaman sejarah bagi generasi muda adalah wajib dilakukan bersama. Kita harapkan generasi muda kota Pare-pare paham akan sejarah perjuangan bangsa ini.

Kegiatan bedah buku ini juga dirangkaikan dengan pameran foto-foto perjuangan dan tokoh-tokoh pejuang dari Kota Pare-Pare miliki yayasan Makkarumpa dan keluarga andi abdullah baumassepe. Beberapa foto sejarah ditampilkan dalam pameran itu dan foto-foto muda para pejuang kota pare-pare seperti Andi Makkasar, Andi Mappanyukki, andi pangerang pettarani. dan andi abdullah baumassepe sendiri.

Suasana bedah buku biografi Letjen TNI Andi Abdullah Baumassee di gedung Islamic Centre kota Parepare.

Dalam sesi bedah buku menampilkan H Abd Qahar Dg Patangnga (penulis buku biografi) seorang tokoh senior dan juga pemerhati sejarah, Dosen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin Suryadi Mappangara, A Makmur Makka (Pimpinan Habibie Centre Jakarta), dan moderator AM Nur Baumassepe.

Suryadi Mappangara, mengatakan bahwa dia memilih jurusan ilmu sejarah karena sewaktu kecil SD sampai SMA di Malaysia, dia membaca buku sejarah dan mendengar kehebatan akan keberanian raja-raja bugis makassar yang di segani serta perjuangan yang gagah berani dari pahlawan nasional yang berasal dari Sulsel.

Yuhwan, salah satu peserta yang berasal dari SMA Negeri 5 Parepare dalam sesi diskusi mengatakan bahwa menolak bahwa generasi muda bukannya tidak peduli dengan sejarah dan tokoh pahlawan, dia menyayangkan bahwa pemerintah minim membangun prasarana pendidikan tentang sejarah, seperti tidak adanya museum sejarah yang dibangun dikota ini. Dia mengharapkan adanya prasarana dan media pembelajaran akan sejarang penting bagi generasi muda agar pendidikan sejarang lebih menarik dan dapat meningkatkan minat belajar sejarah generasi muda.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 orang ini dihadiri dari berbagai unsur seperti ormas GMII, TDA, perwakilan SMK dan SMA serta guru-guru sejarah Kota Makassar. Selain itu hadir juga pihak keluarga besar Andi abdullah baumassepe, seperti putri nya yang masih hidup yaitu Andi Fatimah Dala We Toeng, dan Andi Dala Uleng (Datu Suppa XXX), selain itu cucu dan cicitnya. (rls)