Jemaah Haji Korban Penipuan hanya Sampai di Asrama Haji

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Polda Jatim bergerak cepat mengusut kasus penipuan pemberangkatan jemaah haji yang korbannya mencapai 59 orang.Polda Jatim telah menetapkan seorang tersangka bernama Murtadji Djunaidi. Yang bersangkutan merupakan makelar yang membujuk para korban agar mau berangkat haji secara cepat.”Benar telah ada satu tersangka. Saat ini ada lima saksi yang telah kami periksa,” ucap Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana.Menurut Festo, pihaknya juga masih memeriksa sembilan saksi lain. Sebagian besar, kata Festo, merupakan korban.Mereka terpikat bujuk rayu pelaku, lalu mentransfer sejumlah uang. Nilainya pun tak sedikit. Mulai Rp10 juta sampai Rp35 juta. Total uang yang terkumpul dari para korban mencapai Rp550 juta.Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menerangkan bahwa Murtadji dijerat pidana karena ikut membujuk rayu.Yang bersangkutan juga menerima uang dari korban lain. “Dia seperti makelarnya. Kalau dia merasa tertipu, terserah dia juga. Kami punya bukti transfer uang dan keterangan saksi,” tambahnya.Polisi terus mencari bukti dan pelaku lain yang terlibat dalam kasus itu penipuan jemaah haji ini. Sebagaimana diberitakan, kasus penipuan pemberangkatan haji tersebut telah merugikan 59 orang.Para korban dijanjikan bisa berangkat tahun ini. Mereka juga diberi seragam sebagaimana haji pada umumnya.Namun, ada kejanggalan. Semua berkas diuruskan makelar. Para calon jamaah juga tidak disuntik vaksin meningitis sebagaimana calon haji pada umumnya.

Komentar

Loading...