Makna Tekad dan Pengorbanan Dani di Balik Kisah Sukses Ayam Judes Makassar

Fajar.co.id, Makassar -- Hidup adalah sebuah pilihan di mata Azhardun Nurdani. Memilih sebuah keputusan mana yang bisa dikorbankan, dan mana yang harus dilanjutkan demi impian menyongsong masa depan. Dani, sapaan akrabnya, dulu punya pekerjaan tetap, tetapi dia harus mengorbankannya demi impian menekuni usaha bisnis kuliner Ayam Judes Makassar.

Tekad dan pengorbanan yang dilakukan Dani, menuai hasil pada Ayam Judes Makassar. Kini, Dani tak pernah menyangka kalau Ayam Judes Makassar bisa kebanjiran peminat. Hanya dalam waktu kurang lebih dua tahun sejak bergabung dengan layanan pesan antar makanan GrabFood, Ayam Judes Makassar sekarang telah hadir di delapan outlet yang tersebar di beberapa lokasi di kota Makassar.

Dani pertama kali membuka kios Ayam Judes Makassar di pekarangan rumahnya dengan peralatan seadanya. Ayam Judes Makassar menawarkan menu ayam geprek olahan dengan variasi sambal bawang, sambal matah, dan sambal terasi. Harganya dibanderol di kisaran Rp 18 ribu-Rp 23 ribu.

Sayangnya, saat pertama kali dibuka, tidak terlalu banyak pelanggan yang membeli. Bahkan, dalam satu hari, tak ada satu pelanggan pun yang datang. Omzetnya juga sangat kecil, dengan kisaran maksimal Rp300 ribu per harinya. Dani nyaris putus asa, tetapi terus mencari cara untuk menghidupi usahanya meski minim modal, termasuk menjajal kesempatan mendaftar sebagai mitra pengemudi Grab.

“Saya mau mencoba daftar ke Grab untuk jadi mitra pengemudi GrabBike, tetapi malah mendapat kesempatan untuk mendaftarkan Ayam Judes ke GrabFood,” terang Dani. Tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan hari, Ayam Judes milik Dani terdaftar di GrabFood dan usahanya mulai naik pamor.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...