Megawati Beri Tantangan Ini di Kongres V PDIP Bali

Kamis, 8 Agustus 2019 - 09:19 WIB

FAJAR.CO.ID, BALI– Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri  berpotensi terpilih kembali dalam kongres ke-V di Bali. Pasalnya, mayoritas kader masih menghendakinya.

Itu senada dengan pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa ketua umumnya masih diinginkan oleh para keder. Terbukti, berdasarkan Konfrensi Cabang di 514 kabupaten dan Konfersi Daerah di 34 provinsi di Indonesia masih menginginkan Megawati menjadi ketumnya.

Karena itu, Hasto berharap, Megawati masih berkenan memimpin lagi partai berlogo banteng ini lima tahun ke depan ini. “Semoga Ibu Megawati berkenan untuk ditetapkan kembali di dalam kongres sebagai ketua umum partai,” ujar Hasto di Bali, Kamis (8/8).

Hasto mengatakan, pesan yang disampaikan ketua umumnya. Apabila diminta menjadi ketua umum. Maka para kader harus bisa menunjukan kedisiplinanya. Termasuk tidak melakukan segala bentuk praktik korupsi.

“Mega meminta agar seluruh kader benar-benar menunjukkan kedisiplinannya, menunjukkan keteladannya,” katanya.

Sehingga, lanjut Hasto, tantangan itu yang harus bisa dilakukan seluruh kader PDIP untuk bisa berbuat disiplin sesuai dengan arahan Megawati Soekarnoputri. Karena kedisiplinan merupakan kesadaran ideologi bagi partai berlambang banteng moncong putih ini.

“Karena itulah tantangan yang diberikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri harus kami jabarkan dengan penuh disiplin, penuh kesadaran ideologis tetapi juga memberikan teladan di dalam kehidupan berpartai,” tambah Hasto.

Selain itu Hasto berujar, ketua umumnya berpesan kader-kader PDIP jangan menyalahgunakan kekuasaan apabila dipercaya mendapatkan jabatan oleh rakyat. Baik itu di tingkat legislatif, dan eksekutif.

“Di surat per tanggal 5 Agustus itu tegas dinyatakan bahwa setiap yang melanggar akan langsung dipecat,” katanya.

Pak Gubernur, PSM Butuh Stadion Layak

Khardung La Pass Buat Darius-Donna Agnesia Ketagihan

Kriss Hatta dan Anthony Sepakat Berdamai

Menutup Dialog, PA 212 Tuding Moeldoko Gagal Paham

Kalla Toyota Sabet Penghargaan Service and Sales Person of The Year Makassar 2019

Secara jujur diakui Hasto, pihaknya tak mau kejadian saat kongres pada 2015 terulang kembali. Saat itu, seorang kader partai dipecat dengan tidak hormat.

“Kami belajar pada kongres 2015 lalu ada kader kami yang dipecat dengan tidak hormat. Pemecatan seketika saat kongres ini karena si kader melakukan perbuatan yang tidak terpuji,” kata Hasto.

Dia tak menyebut siapa kader dimaksud. Namun dari penelusuran data menunjukkan, KPK pernah menangkap Adriansyah, saat itu masih menjabat legislator dari partai itu, akibat menerima suap korupsi. Penangkapan dilakukan saat kongres partai sedang berlangsung, namun saat itu Adriansyah sedang di luar arena kongres.

“Kami menegaskan dana untuk kongres telah terpenuhi dengan gotong royong. Jangan mentatasnamakan kongres untuk keuntungan orang per orang. Kami melakukan pelarangan tersebut,” pungkasnya. (jp)

Loading...