Panitia Seleksi Capim KPK Cari Komisioner Tahan Tekanan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Panitia Seleksi Capim KPK, mulai melakukan profile assessment. Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih menyampaikan, proses seleksi tahap empat ini dilakukan lebih mendalam terkait kesiapan psikologis dari masing-masing peserta.

“Kami akan mencari komisioner yang punya ketahanan karena akan menghadapi banyak tekanan nantinya,” kata Yenti di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Kamis, (8/8).

Tahapan profile assessment ini akan berlangsung selama dua hari kedepan, hari ini dan besok, Jumat, (9/8). Dalam tahapan ini, Yenti menyebutkan, Pansel akan mencari tahu sejauh mana para Capim ini dalam menyikapi mengenai pemberantasan korupsi, monitoring, dan suprevisi terhadal kasus – kasus yang akan dihadapi mereka kedepanya.

Menurut Yenti, sangat penting untuk Pansel dalam memperhatikan hal – hal tersebut. Karena menurutnya, para Capim ini harus memiliki tingkat kepemimpinan yang tinggi dalam melaksanakan tugas – tugas di KPK.
“Pansel harus melihat permalasahan itu, dan sudah muncul jadi langkah – langkah antisipasi. Hal-hal ini akan ditanyakan ke mereka (Capim) oleh para ahli besok,” ucap pakar hukum Universitas Trisakti ini.

Nantinya dari proses tersebut, Pansel akan memberikan penilaian–penilaian. Dari penilaian tersebut, dia mengatakan, pertimbangan yang dilakukan yakni bagaimana mereka benar–benar tahu tentang apa yang dihadapi ketika nantinya menjadi komisioner KPK atau pimpinan KPK.

“Jadi kita melihat mereka paham atau tidak. Karena walau bagaimanapun juga, mereka akan membawahi para penyidik – penyidik, ada penegak hukumnya, ada penuntut umumnya,” tegas Ketua Panitia Seleksi Capim KPK ini.

Ifan Seventeen Ngaku Takjub dengan Vokalis Slank

YAICI Tekankan Ibu-ibu Jangan Jadi Korban Iklan

Farhat Abbas Ancam Laporkan Petugas yang Hukum Galih

Keluarga Kenang Maimoen Zubair Pernah Bekerja di Pasar Ikan

Ruhut Sitompul Sudah Pakai Baju Berlogo PDIP

Hal ini seakan menjawab kekhawatrian mantan ketua KPK, Abraham Samad terhadap hal ini. Sebelumnya, Abraham Samad berharap Pansel Capim KPK dapat menekankan strategi tentang perlindungan terhadap para pekerja KPK kepada 40 Capim KPK yang sedang diseleksi saat ini.

Dirinnya menganggap penting hal ini, pasalnya tidak jarang sejumlah pegawai Lembaga anti rasuah ini mengalami sejumlah teror. “Pak Busyro Muqodas (mantan ketua kpk) pernah bilang, ada salah satu penyidik KPK yang diterror dengan cara ditabrak patah kaiknya dan masuk rumah sakit. Tapi tidak pernah diselesaikan permasalahannya sampai ke pengadilan,” sebut Abraham dalam diskusi bertajuk ‘Perlindungan Pegawai KPK dan Pegiat Antikorupsi Dalam Proses Seleksi Capim KPK’ di Jakarta, Rabu, (7/8).

Dalam profile Asessement yang cukup ketat itu, nantinya akan diketahui secara utuh mengenai karakter setiap Capim yang diseleksi, apakah orang-orang itu punya integritas atau hanya Capim abal-abal. “Tapi kadang kita abaikan proses itu, karena kepentingan tertentu. Kalau Pansel KPK bertugas dengan benar, 100 persen saya yakin kita bisa menemukan orang-orang yang punya integritas yang paripurna,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...