Puluhan Warga Tuntut Pelunasan Tanah Garapan di Kawasan CPI

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Puluhan mahasiswa bersama warga Mariso dari kelompok gerakan aktivis mahasiswa (GAM) yang dipimpin langsung Aktivis GAM, Sultan Pratama, menggelar aksi di tiga titik. Masing-masing di kawasan CPI Makassar, kantor Gubernur Sulsel, dan DPRD Kota Makassar, Kamis, 8 Agustus 2019.

Dalam aksinya mereka menuntut pengembalian tanah garapan di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI). Dalam isi pernyataan sikapnya mereka menilai bahwa meski pembangunan sudah rampung, proses pembebasan lahan garapan (p2) di atas pembangunan proyek CPI yang sebelumnya dikuasai oleh masyarakat Mariso belum semua terbayarkan, atau mendapatkan ganti rugi terhadap pemilik lahan tanah garap yang direklamasi oleh CPI.

“Sejak tahun 2013 masyarakat Kecamatan Mariso menuntut ganti rugi atas lahan tanah garap, sampai saat ini belum semua terbayarkan dan tidak ada kejelasan,” kata koordinator lapangan aksi, Sultan Pratama.

Dia menambahkan, berdasarkan surat pernyataan penggarapan yang diketahui oleh pemerintah setempat dalam hal ini lurah Pannambung No.55/PB/XI/92 bahwa tahun1997 telah digarap oleh Abbas Bantang sebidang tanah negara berbentuk empang seluas kurang lebih 50.000 meter per segi.

Tanah yang digarap oleh Abbas Bantang, dan pada tahun 1997 lurah Pannambungan menyurat kepada wali kota Makassar yang kemudian dibalas dengan surat dengan perihal penyelesaian pembebasan tanah garapan masyarakat kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso.

“Setelah itu pihak GMTD melakukan ganti rugi pelepasan sebahagian lahan seluas kurang lebih 18.000 m2. Sehingga sisa lahan milik Abbas Bantang seluas 37000 m2 sampai hari ini belum terbayarkan,” ungkapnya. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...