YAICI Tekankan Ibu-ibu Jangan Jadi Korban Iklan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Di Sulawesi Selatan, stunting pun masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani pemerintah den masyarakat setempat. Sulawesi Selatan bahkan menempati unulan ke-4 yang memiiiki prevalensi stunting tinggi di Indonesia.

Penyebabnya adalah bukan hanya faktor kemiskinan atau daerah yang terisolir, tapi juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan dan minuman yang bergizi untuk anak.

Inilah yang disosialisasikan oleh Yayasan Abhpraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) bersama ibu-ibu dari Pusat Muslimat di Aula, Dinkes Sulsel, Kamis,8/8.

Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mencontohkan iklan susu kental manis sebagai salah satu iklan yang telah sekian abad menyesatkan persepsi masyarakat. Diiklankan sebagai minuman susu untuk bayi dan pertumbuhan anak, telah membentuk persepsi masyarakat bahwa Susu Kental Manis (SKM) adalah susu bernutrisi.

Namun kata dia, SKM memiliki kandungan gula yang tinggi yaitu 20 gram persekali saji atau l gelas dengan nilai protein 1 gram, Iebih rendah dari susu. Padahal, peruntukan SKM hanyalah sebagai bahan tambahan makanan dan minuman atau topping.

“Karena itu, perlu pengawasan terhadap promosi dan penggunaan SKM oleh masyarakat,” jelas Arif Hidayat.

Ketua Kesehatan PP Muslimat NU, dr. Erna Yulia Shofihara, menambahkan di Sulsel sendiri tercatat diatas 30 persen masyarakat yang menggunakan SKM. Sebatas edukasi dan sosialisasi maka dilakukan kegiatan yang melibatkan perwakilan masyarakat.

“Kami jelaskan bagaimana keadaan gagal tumbuh anak dari dan kandungan hingga usia 2 tahun jika sang ibu memang selalu mengkonsumsi dan memberikan susu kental manis,”tambahnya. (wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...