Zona Megathrust dan Mitigasi Bencana

Oleh: Adi Maulana

(Kepala Pusat Penelitian dan PengembanganStudi Kebencanaan Unhas)

 

FAJAR.CO.ID-- Di Indonesia, ada 16 zona mega-thrust yang dibentuk dari interaksi lempeng-lempeng. Zona-zona ini tersebar di sejumlah daerah, yaitu:1). Aceh-Andaman ; 2) Nias-Simeulue ; 3) Kepulauan Batu; 4) Mentawai-Siberut; 5) Mentawai–Pagai; 6) Enggano; 7) Selat Sunda Banten; 8) Selatan Jawa Barat; 9. Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur; 10) Selatan Bali; 11) Selatan NTB; 12) Selatan NTT; 13) Laut Banda Selatan; 14) Laut Banda Utara; 15) Utara Sulawesi; 16) Subduksi Lempeng Laut Filipina.

Keterdapatan zona mega-thrust di Indonesia bukan hal baru karena sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia. Sebagai sebuah area sumber gempa, zona ini dapat memunculkan gempa bumi dengan berbagai magnitudo dan kedalaman. Gempa mega-thrust dianggap menakutkan karena dianggap selalu bermagnitudo besar (di atas 8) dan memicu tsunami. Namun, gempa mega-thrust ini tidak akan terjadi apabila titik fokus gempa terdapat pada bagian dalam atau pada intra-plate yang menghasilkan gempa dalam (lebih dari 10 km).

Setiap zona subduksi mempunyai potensi gempa yang berbeda-beda yang sangat tergantung dari gerak dan kedalamannya. Demikian pula tidak semua gempa mega-thrust akan menimbulkan tsunami karena pembentukan tsunami mempunyai syarat tertentu diantaranya yaitu kekuatan gempa yang besar (diatas 7,4 SR), hiposenter atau titik gempa dangkal (kurang dari 10 km) dan ada bidang geser vertikal. Itulah yang menyebabkan terkadang gempa terjadi pada zona mega-thrust tetapi dengan magnitude yang relatif rendah (dibawah 7) dan tidak menimbulkan gelombang tsunami seperti yang terjadi di Banten 2 Agustus kemarin. Di sisi lain, pergerakan sesar Palu-Koro yang bukan merupakan zona subduksi dan bukan merupakan mega-thrust mampu menghasilkan tsunami besar akibat magnitudo gempanya yang cukup besar (7,5 SR) dan adanya pergerakan vertikal dari sesar geser yang disertai dengan longsoran bawah laut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...