Dugaan Korupsi Pasar Cabbenge, ACC Desak Kejati Sulsel Panggil Pihak yang Terlibat

  • Bagikan
ASRIADI/FAJAR SARAT MASALAH. Pasar Cabbenge, Soppeng yang dibangun pengembang PT Pelitagriya Asrimuda diindikasi jadi objek KKN. Meski begitu, para pedagang tetap beraktivitas di sana, Kamis, 8 Agustus.

FAJAR.CO.ID, WATANSOPPENG — Dugaan korupsi Pasar Cabbenge, Soppeng mendapat perhatian banyak pihak. Salah satunya dari Anti Corruption Committee (ACC) Sulsel.Peneliti ACC Sulsel, Hamka mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan data terkait dengan dugaan korupsi pengelolaan pasar tersebut. “Kami juga sedang mendalami kasus tersebut. Sudah ada beberapa informasi dan data yang telah didapatkan,” ujarnya, Kamis, 8 Agustus.Menurut Hamka, pihaknya juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk profesional dan transparan dalam penanganan perkara tersebut. Termasuk membuka progres penyelidikannya.”Publik harus tahu sejauh mana penanganan perkara tersebut, jika tidak akan menimbulkan kecurigaan. Kami juga meminta kejaksaan supaya memanggil semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut,” pintanya.Pasar Cabbenge sendiri dibangun 2013 lalu. Pengembangnya PT Pelitagriya Asrimuda. “Dalam kontrak, pengembang berkewajiban membangun terminal. Itu dilakukan setelah penjualan ruko dan kios mencapai 80 persen,” kata Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Soppeng, A Tenri Sessu.Anehnya, belakangan pemkab memberikan pinjaman kepada kontraktor sebesar Rp8 miliar. Saat pembangunan masih berproses dan pengembang belum menyelesaikan pekerjaan, Pemkab Soppeng justru mengambil alih pengelolaannya.Pinjaman kontraktor pun baru dikembalikan Rp1 miliar. Sisanya dilunasi dengan sistem barter berupa bangunan roko dan kios. Hal itu atas persetujuan Bupati Soppeng, Kaswadi Razak.Pada proses pengalihan itu dinilai ada indikasi korupsi. Begitu pun prosedur pembayaran utang yang disinyalir bermasalah. Meski begitu, Tenri berkelik jika pengalihan pengelolaan sudah sesuai aturan. “Intinya pengalihan pengelolaan Pasar Cabbenge untuk menyelesaikan temuan BPK. Pengalihannya melalui tahapan dan dibantu pengacara negara yakni pihak Kejari Soppeng,” jelasnya.

  • Bagikan