Elpiji 3 Kg Langka, Jangan Sekadar Operasi Pasar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAROS — Kelangkaan elpiji 3 kilogram tak bisa diatasi dengan sekadar menggelar operasi pasar. Pemerintah harusnya bisa membuat sebuah upaya permanen, agar warga tak kembali kesulitan.
Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Kopumdag) bersama pertaminan menggelar operasi pasar elpiji di Kelurahan Pettuadae Kecamatan Turikale, Kamis, 8 Agustus. Langkah itu hanya solusi sementara mengatasi kelangkaan.
Operasi pasar itu pun diserbu warga. Mereka rela antre lama agar kebagian 560 gas elpiji 3 kilogram yang disiapkan. “Sekarang sudah susah. Kalau dahulu kita bisa jadi pengecer, sekarang kebutuhan sendiri saja susah,” keluh seoerang warga, Ami.
Kadis Kopumdag Maros, Kamaluddin Nur, mengatakan, pasa operasi pasar ini, harga pertabung hanya Rp15.500. Namun ada syarat untuk bisa mendapatkan jatah.
“Harus ada fotokopi KTP dan setiap warga hanya berhak membeli dua tabung,” sebutnya.
Sementara itu, di Kota Parepare, selain langka, harga elpiji 3 kilogram juga sudah melambung. Sejak beberapa hari terakhir, sudah mencapai Rp30 ribu per tabung. Padahal harga normalnya hanya Rp15.500.
Sales Executive LPG I Sulawesi, Risal Arsyad, membantah jika dikatakan Parepare kekurangan stok elpiji 3 Kg. Ia sendiri tak menjabat jelas, mengapa kelangkaan tersebut terjadi.
Risal hanya bisa berjanji akan mengeceknya di lapangan. “Juli ini ada penambahan tabung gas khusus di Parepare sebanyak 4.480 tabung dan ini semestinya sudah aman. Mohon bersabar,” pungkasnya. (rin-sua/iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment