Fungsi Krusial Jakun, Lindungi Pita Suara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Jakun tak sekadar penanda seks sekunder bagi kaum pria. Pemilik nama lain, kartilago tiroid ini berperan penting dalam melindungi pita suara.

Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan , Rumah Sakit Wahidim Sudirohusodo, dr Aminuddin Azis Sp.THT-KL(K) MKes mengatakan, jakun merupakan tulang rawan tiroid. Pada pria, tulang tersebut lebih menonjol seiring pubertas disebabkan hormon, berbeda dari wanita yang juga ada namun tak menonjol.

Beberapa orang memiliki jakun yang lebih besar, karena ukuran tulang rawan yang berbeda-beda. Biasanya jakun yang terlihat lebih besar dan cekung, maka suaranya akan terdengar lebih berat disebabkan ukuran pita suara yang lebih besar dan dalam.

Pita suara atau laring sangat penting untuk bernapas dan menghasilkan suara. Ketika terkena trauma sedikit saja, bisa menghilangkan suara. Pada beberapa kasus jakun bisa terkena trauma tajam yakni terkena sayatan benda tajam atau trauma tumpul berupa benturan. Jika rapuh dan terkena pita suara maka bisa terjadi peradangan yang menghilangkan suara dan mengganggu jalan napas.

Orang-orang yang juga yang sering berteriak akan mengganggu pita suaranya. Kecuali bagi sebagian orang yang memilili teknik khusus untuk mengontrol sejauh mana kemampuannya dalam mengeluarkan suara yang tinggi. “Mungkin seperti penyanyi mereka sudah terlatih untuk itu, tapi bagi orang awam jangan memkasakan untuk berteriak,” ungkapnya.

Dokter berpraktik di RS Awal Bros ini menambahkan, laring pun bisa terkena tumor dan menjadi kanker. Pada kasus kanker laring yang terjadi, biasanya operasi akan dilakukan dengan langsung melubangi leher dengan menembus jakun hingga pita suara agar membantu pernapasan penderitanya. Jika sudah begini, maka suara pun akan hilang. Meski dilatih, hanya sedikit suara yang bisa dikeluarkan penderita.

Tiroid yang menempel pada tulang rawan atau jakun juga sangatlah penting untuk mengeluarkan hormon-hormon tiroid guna pertumbuhan. Ketika hormon tidak dihasilkan dengan baik, bisa membuat seseorang menjadi kerdil. “Hormon ini tidak keluar karena biasanya kekurangan yodium,” imbuhnya.

Pada beberapa orang juga tidak disarankan melakukan operasi pembedahan untuk mengecilkan jakun. Hal ini juga cukup berbahaya karena dapat mengganggu suara dan napas.

Spesialis Andrologi, Rumah Sakit Awal Bros, dr Rahmawati Thamrin mengatakan, jakun merupakan tanda seks sekunder pada pria. Pada pria tak ada kaitan antara besar kecilnya jakun dengan seksualitasnya.

“Besar dan kecil ukuran jakun tidak banyak memengaruhi kondisi kesehatan seseorang selain ketebalan suaranya saja,namun itupun juga tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.

Tak ada tanda khusus secara fisik untuk menilai tingkat seksualitas pria. Hanya dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter ahli. (ind/dni)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...