Salat Iduladha di Istiqlal Ramah Disabilitas, Panitia Siapkan Saf VIP

FAJAR.CO.ID — Rapat koordinasi dengan Badan Pelaksanaan Pengelolaan Masjid Istiqlal (BPPMI) dalam rangka menyelenggarakan salat Iduladha Ramah Disabilitas 1440 H berjalan sangat produktif, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Rapat dipimpin langsung Kepala BPPMI dengan dihadiri seluruh jajarannya termasuk dari Kementerian Agama dan perwakilan disabilitas.

Rakor dilanjutkan dengan peninjauan area masjid. Pihak Masjid Istiqlal sudah menyediakan lift dan tempat wudu ramah disabilitas. Sehingga, saat pelaksanaan salat Iduladha 11 Agustus nanti para penyandang disabilitas akan masuk pintu khusus yang sudah ada ramp, lift, dan tempat wudu ramah disabilitas.

Yang menarik, kursi roda juga bisa masuk ke dalam masjid. Penyandang disabilitas akan mendapatkan tempat di barisan depan karena pihak Masjid Istiqlal akan memasang layar besar untuk penerjemahan bahasa isyarat saat khutbah berlangsung.

Hal lain yang menarik bahwa saat pelaksanaan salat Iduladha nanti Masjid Istiqlal selain mengerahkan relawan dari Remaja Masjid Istiqlal, juga akan melibatkan Pemuda Lintas Iman dari Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghuchu untuk menjadi relawan pendamping disabilitas. Penyandang disabilitas dipersilakan salat Iduladha di Masjid Istiqlal.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin, menegaskan bahwa sudah saatnya masjid negara mempelopori kepedulian terhadap dissabilitas.

“Saya kira sudah saatnya masjid negara (Istiqlal-red) menjadi pelopor untuk memberikan perhatian khusus terhadap akses dan pelayanan bagi dissabilitas,” terang Dirjen.

Selanjutnya, mengenai cerminan moderasi Islam dalam bidang beribadah, sebagaimana dikemukakan oleh Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Siti Nur Azizah yaitu Islam mewajibkan penganutnya untuk melakukan ibadah dalam bentuk jumlah yang sangat terbatas. Misalnya salat lima kali dalam sehari, puasa sebulan dalam setahun, dan haji dalam seumur hidup. Selebihnya Allah mempersilakan manusia untuk berkarya dan bekerja mencari rezeki Allah di muka bumi.

Terkait dalam hal beribadah, Siti Nur Azizah menegaskan sudah saatnya rumah ibadah (masjid) dilengkapi dengan fasilitas khusus disabilitas.

“Layanan disabilitas di dalam rumah ibadah, khususnya masjid meliputi banyak hal. Di antaranya yang banyak diperlukan adalah jalur khusus pengguna kursi roda, fasilitas khusus untuk berwudu dan pendamping, selain juga bagi penyandang tuna rungu, diperlukan media khusus agar dapat mengikuti khutbah Jumat,” ujar Kasubdit yang sekaligus putri KH Ma’ruf Amin tersebut.

Untuk diketahui, ada 21 juta penyandang disabilitas di negeri ini. Tetapi, fasilitas masih kurang ramah buat mereka. Terkadang pembangunan digenjotkan tanpa peduli keberadaan mereka.

Memang, sudah ada beberapa fasilitas yang dibuatkan tetapi tanpa koordinasi dengan mereka. Sehingga, ada beberapa disabilitas yang kerap kali cederà dengan fasilitas tersebut. Mereka mesti dilibatkan mulai proses perencanaaan, sehingga hal-hal yang kurang baik buat mereka bisa dihindarkan. (ilo-rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...