Accera Kalompoang Satukan Keluarga Raja Gowa dan Pemerintah

Minggu, 11 Agustus 2019 - 19:40 WIB
FAJAR.CO.ID — Accera Kalompoang merupakan tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa yang sakral bagi masyarakat.
Setelah dua tahun tidak dilaksanakan, ritual tersebut kembali digelar keluarga Kerajaan Gowa bersama Pemerintah Kabupaten Gowa, di Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa, Minggu, 11 Agustus 2019.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni, Keluarga Kerajaan Gowa dalam hal ini Andi Kumala Idjo Karaeng Lembang Parang, Keluarga Kerajaan Bone dan Karaeng Polongbangkeng.
Andi Kumala Idjo mewakili keluarga Kerajaan Gowa mengatakan, Accera Kalompoang ini dapat terlaksana dengan baik atas dukungan penuh dari Bupati Gowa dan pihak-pihak lainnya.
“Saya terlebih dahulu menyampaikan kepada keluarga bahwa acara Accera Kalompoang akan kembali dilaksanakan setelah dua tahun tidak terlaksana. Saya optimis ini dilaksanakan dengan aman karena juga didukung langsung Kapolres Gowa,” ujarnya.
Ia mengaku, kesalahpahaman antara Kerajaan Gowa dan pemerintah karena memang ada pihak-pihak yang tidak senang melihat persatuan dan kesatuan antara pemerintah daerah dengan keluarga besar kerajaan. Hanya saja, setelah melihat apresiasi Bupati Gowa kepada keluarga kerajaan maka semua berkomitmen untuk terus maju bersama mendukung pemerintah daerah dalam rangka membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik.
“Bapak Bupati Gowa kita adalah pemuda yang memiliki pemikiran yang cemerlang kedepan dan ini yang harus kita dukung. Apa yang telah terjadi sebelum-sebelumnya tidak perlu lagi dipermasalahkan. Karena yang penting saat ini adalah sama-sama bersatu dan mendukung Kabupaten Gowa semakin lebih maju,” tegasnya.
Bupati Adnan mengungkapkan, pada kesempatan tersebut sepatutnya disyukuri karena dapat kembali melaksanakan ritual Kerjaan Gowa setelah dua tahun berturut-turut tidak terlaksana karena adanya perbedaan antara pemerintah dan kerajaan.
“Kedatangan kita menghadiri dan melihat langsung proses pencucian benda-benda pusaka ini tidak lain karena kita memiliki tujuan dan cita-cita yang sama yakni melihat dan menjaga budaya dan tradisi leluhur,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, digelarnya ritual Accera Kalompoang membuktikan bahwa tidak ada yang berat dilaksanakan jika itu dilakukan secara bersama-sama.
“Digelarnya kembali ritual ini membuktikan komitmen kita bersama untuk terus menjaga persatuan. Termasuk pula tradisi para leluhur kita. Saya atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan kita semua baik keluarga kerajaan dan pemerintah makan ritual ini dapat berlangsung dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan Accera Kalompoang ini sepakat dilaksanakan setelah dilakukannya pencabutan laporan di Mabes Polri oleh kedua belah pihak yakni antara keluarga Kerajaan Gowa dan Pemkab Gowa.
“Ini juga tidak terlepas dari dukungan Kapolres Gowa yang ikut membantu. Dalam hal ini membantu memediasi ke jajaran Mabes Polri,” terangnya.
Kedepannya diharapkan pemerintah dan kerajaan dapat terus bersama-sama dalam membangun daerah Kabupaten Gowa semakin lebih maju dan berkembang di masa akan datang.
Accera Kalompoang merupakan warisan budaya tak benda yang telah diberikan sertifikat secara resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 10 Oktober 2018. Pencucian benda-benda pusaka ini pula hanya dapat dikeluarkan dari tempatnya satu kali dalam setahun yaitu saat dilakukan pencucian benda atau Accera Kalompoang. (ica)
Loading...