Rini Soemarno Dinilai Bekerja Keras Benahi BUMN

Minggu, 11 Agustus 2019 - 08:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Di tengah sorotan berbagai pihak menyusul kasus listrik padam secara massal atau blackout beberapa waktu lalu, kinerja Menteri BUMN, Rini Soemarno tetap mendapat apresiasi.

Pasalnya, selama kurang lebih 5 tahun terakhir menjabat, Rini telah berupaya keras untuk melakukan pembenahan pada semua BUMN termasuk PLN.

“Kalau kita hanya melihat satu kasus kemarin tentu saja tidak fair juga karena secara keseluruhan raport kinerja Menteri Rini yang kami tangkap selama ini adalah salah satu yang terbaik dari menteri-menteri yang ada. Beliau dianggap mampu menerjemahkan visi misi presiden secara baik dalam rangka pengembangan dan penguatan BUMN,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Henri menyoroti upaya Rini di sektor energi dengan makin meluasnya penyeragaman harga BBM di seluruh Indonesia.

“BBM satu harga ini kan janji Pak Jokowi dan itu bisa direalisasikan. Lagipula kalau Menteri Rini Soemarno dianggap tidak berhasil maka tentu saja sudah lama dicopot presiden. Faktanya kan beliau terus dipertahankan, yang artinya Presiden juga menilai beliau mampu dan bagus,” lanjut Hendri.

Salat Iduladha di Lapangan Karebosi, JK: Cukup Lama Saya Tak Hadir di Sini

Israel Dapat Ancaman Keras dari Republik Iran

Dokter Gadungan Cantik Diburu Empat Polres

Jeeva Jayalalithaa

Rektor UNM Husain Syam – SYL sholat Idul Adha bersama di Gedung Phinisi UNM

Kasus yang menimpa PLN belum lama ini, menurut Hendri menjadi pelajaran amat berharga terutama untuk program-program kerja pada pemerintahan baru 5 tahun mendatang.

“Bahwa pembenahan sektor energi harus lebih diperhatikan lagi ke depan setelah kasus kemarin tentu sudah pasti. Meski masih ada langkah investigasi lanjut terkait peristiwa matinya listrik kemarin tetapi upaya pembenahan sudah pasti mutlak dilakukan,” ucap dia.

Saat ditanya soal kehadiran langsung Presiden menemui Direktur PLN tanpa kehadiran Rini, Hendri menganggap sebagai sesuatu yang tidak perlu ditafsir terlalu jauh.

“Pertama kan sudah jelas karena beliau sedang naik haji. Lalu bagi saya Presiden sangat wajar mendatangi langsung karena ini peristiwanya besar dan sektor PLN sama seperti Pertamina adalah sektor strategis yang butuh perhatian khusus,” pungkas Hendri. (jpnn)