8 Tahun Tipu CPNS, Pria Paruh Baya Raup Miliaran Rupiah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Kasus penipuan dengan modus meloloskan korbannya menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali terungkap. Kali ini sang penipu, yakni HM alias Bima, 57, akhirnya diciduk Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Itu setelah dia melancarkan aksinya selama 8 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, dari pengakuan Bima, setidaknya sudah 99 orang yang jadi korban. Polisi mengendus kasus ini setelah masuk empat laporan dari para korban mulai November 2015 hingga Agustus 2018.

“Tim menangkap tersangka di rumah kontrakan daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur pada akhir bulan Juli 2019 lalu,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Sasaran Bima adalah mereka yang ingin menjadi PNS, maupun tenaga honorer yang ingin naik level. Kepada para korban, Bima mengaku sebagai pegawai di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia kemudian menawarkan jasa kepada para korbannya dan mengiming-iming para korbannya pasti lolos tes CPNS. Sebagai imbalan, sejumlah uang dimintanya.

“Data (korban, Red) dia bisa dilihat di internet. Cara dia kenal korban itu juga dari mulut ke mulut. Dia bisa mengusahakan dan mengupayakan (meloloskan korban jadi PNS, Red),” ungkap Argo.

Setelah transaksi dilakukan, Bima kemudian mengajak korban bertemu. Supaya semakin meyakinkan, pertemuan dilakukan di gedung Kemendikbud. Ia juga mengenakkan pakaian dinas untuk mengelabui para korban.

Di pertemuan itu, korban diberi SK PNS. “Tersangka juga punya kartu tanda pengenal (Kemendikbud) yang dipergunakan untuk meyakinkan korbannya. Ada juga dokumen-dokumen mengatasnamakan BKN, Kemenpan RB dan Kemendikbud yang digunakan untuk meyakinkan korban. Tapi semuanya adalah palsu,” jelas Argo.

Total, Bima sudah meraup keuntungan sebesar Rp5,7 miliar dari 99 korban yang ditipunya. Ia sudah beraksi sejak Juni 2010 hingga Juni 2018.

“Untuk keuntungan yang diterima digunakan berfoya-foya dan bayar hutang. Kita masih mendalami lagi apakah uangnya digunakan untuk kegiatan yang lain,” kata Argo.

Lebih lanjut, Argo mengatakan bahwa Bima banyak menghabiskan uangnya di kawasan hiburan malam bilangan Mangga Besar. “Panggilan akrabnya di Mangga Besar adalah Pak Bos. Awalnya tersangka juga tinggal di Pamulang, akhirnya rumahnya dijual dan mengontrak sebuah rumah di Pulogadung,” ucap Argo.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...