Ada Apa Legislator Bungkam Soal Kasus Puskesmas di Kecamatan Majauleng?

Selasa, 13 Agustus 2019 - 09:38 WIB

FAJAR.CO.ID,SENGKANG— Kasus Puskesmas yang menyeret Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Wajo, tidak ditanggapi serius oleh dewan. Para legislator bahkan memilih bungkam.

Sikap tersebut ditunjukkan mulai dari anggota, ketua komisi, hingga unsur pimpinan. Legislator dari Partai PAN, Andi Ratulangi, memilih tidak memberikan komentar, terhadap masalah pembangunan Puskesmas 2016 di Tosora Kecamatan Majauleng. “Tidak komen ka. Tidak saya tahu permasalahan bela,” singkatnya, Senin, 12 Agustus.

Dua unsur pimpinan lainnya yakni, Wakil Ketua I DPRD Wajo, Risman Lukman dan Wakil Ketua II DPRD Wajo, Rahman Rahim juga tidak ingin mengeluarkan tanggapan.

Padahal kasus itu cukup serius. Selain menyeret dua pegawai, juga telah merugikan pemerintah sebesar Rp200 juta lebih.
Sangat disayangkan kasus itu lepas dari pengawasan dari wakil rakyat ini. Padahal sebagai legislator, memiliki fungsi pengawasan dan kewenangan mengontrol pelaksanaan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Wajo, Amran juga memilih irit berkomentar. Ia beralasan, kasus tersebut terjadi di pemerintahan sebelumnya atau pada kepemimpinan mantan Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru.
“Kan sudah ditangani oleh aparat penegak hukum. Saya hanya menindaklanjuti dan selanjutnya mungkin ada aktor besar yang akan terseret kita tunggu saja,” pungkasnya. (man/iad)