Aliansi K2 Tuding Seleksi PPPK untuk Honorer adalah Jebakan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Aliansi K2 Indonesia (AK2I), Edy Kurniadi alias Bhimma curiga rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dari jalur honorer K2 merupakan jebakan.

Bhimma mengatakan, pemerintah seolah-olah memberikan solusi tapi sebenarnya menjebak honorer K2. Honorer K2 digiring menjadi PPPK sehingga melupakan perjuangan untuk diangkat menjadi PNS.

“Ini harus diwaspadai. Jangan sampai seluruh honorer K2 karena waswas tidak terakomodir menjadi ASN PNS akhirnya ramai-ramai melamar ASN PPPK. Istilahnya daripada dua-duanya enggak dapat ambil saja yang sudah di depan mata,” tuturnya.

Bhimma mengimbau seluruh honorer K2 tetap fokus pada perjuangan menjadi PNS.

Meski Sudah Diet, Ini 4 Penyebab Berat Badan Susah Turun

BKN Sebut ASN Kerja dari Rumah Kurangi Pemanasan Global

Penelitian Terbaru, Mengganti Daging Sapi dengan Daging Ayam Bisa Mencegah Kanker

Majelis Etik Golkar Alat Airlangga Amankan Kursi Ketua Umum

Fitur Boomerang Seperti di Instagram Diuji Coba di WhatsApp

Hal sama diungkapkan Atep Lesmana, Koordinator Aliansi K2 Indonesia Jawa Tengah. Dia khawatir banyak honorer K2 yang tidak komitmen lagi dengan perjuangan karena setuju dan ikut mendaftar PPPK.

“Yang galau honorer K2 di atas 50 tahun. Mereka khawatir pensiun jadi honorer, makanya karena dibilang terakhir 2024, semua rame-rame pengin daftar PPPK,” ucapnya.

Atep meminta seluruh honorer K2 mencermati kebijakan pemerintah. Gembar-gembor tidak akan ada lagi honorer K2, dinilai Atep hanya untuk mengelabui mereka, yakni agar segera mendaftar PPPK.

Atep mengatakan, selama honorer K2 kompak menolak, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...