Bu Lauren Berambut Pirang Ini Cabuli Siswinya, Begini Aksinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY — Seorang mantan guru bernama, Bu Lauren Coyle-Mitchell (36) di Jersey City, New Jersey, Amerika Serikat harus menjalani hidup di bui. Istri petugas pemadam kebakaran itu ketahuan mencabuli siswinya dan melanggar aturan bebas bersyarat.

Bu Lauren adalah mantan pengajar di Dr Lena Edwards Academic Charter School, Jersey City. Hakim di Hackensack Superior Court menjatuhkan hukuman lima tahun penjara untuk Bu Lauren.

Proses peradilan di Hackensack Superior Court mengungkap Bu Lauren saat masih mengajar di Dr Lena Edwards Academic Charter School melakukan seks oral terhadap siswinya yang masih di bawah umur. Peristiwanya terjadi tiga tahun silam.

Awalnya Bu Lauren membawa siswinya -yang namanya tak disebutkan demi perlindungan hukum- ke rumahnya di Hackensack, New Jersey. Dia mencoba menarik belas kasihan siswinya melalui layanan pesan.

Lauren mulai menjalin kontak tak semestinya dengan siswinya saat kunjungan lapangan ke Washington DC. Polisi sempat menahannya pada Juni 2015.

Namun, dia sempat memperoleh pembebasan bersyarat dengan jaminan USD 150 ribu. Setelah bebas bersyarat, Bu Lauren mencoba membela diri dengan membuat unggahan melalui akunnya di Facebook.

“Tuduhan yang tragis telah ditujukan ke saya. Itu tidak benar dan namaku akan dibersihkan,” ujarnya.

Hanya saja pengadilan pada 2 Agustus lalu memerintahkan pemenjaraan terhadap Lauren. Sebab, dia ketahuan mencoba menghubungi siswi kesayangannya lagi sehingga dianggap melanggar ketentuan bebas bersyarat.

Anak Pejabat Bersama Gadis Desa Pesta Terlarang di Kos-kosan

Kasus Pencurian Mendominasi di Sulbar

Putri Donald Trump Dicemooh karena Ucapkan Selamat Iduladha

Meski Sudah Diet, Ini 4 Penyebab Berat Badan Susah Turun

Aliansi K2 Tuding Seleksi PPPK untuk Honorer adalah Jebakan

Jaksa dari Bergen County Prosecutor’s Office mengungkapkan, Lauren menghubungi siswi pemuas nafsunya menggunakan fitur restricted number agar namanya tak terlihat di layar ponsel.

Tercatat ada dua kali panggilan dari Lauren ke bekas siswinya. Selain itu, Lauren juga mengirimkan pesan ke sang siswi.

Bu Lauren telah mengaku bersalah. Hakim tak sekadar menghukumnya dengan penjara, tetapi juga memasukkan namanya ke dalam daftar pelaku penyerangan seksual.

Sementara pengacara Lauren mengatakan bahwa kliennya sekadar mentor bagi korban yang mengalami kecemasan dan tekanan pasca-trauma. Pengacara menyayangkan karena kliennya justru dihakimi ketika mencoba menghubungi sang siswi setelah penahanan pertama. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...