Demokrat Kebelet Gabung Jokowi, PDIP: Sudah Terlambat

Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira menilai keinginan Partai Demokrat bergabung koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah terlambat.

Menurut Andreas, Demokrat lebih baik dan elegan berada di luar pemerintahan, seperti sikap politik mereka saat Pilpres 2019.

“Keinginan kader-kader Partai Demokrat agar bergabung dengan pemerintahan Jokowi – Ma’ruf bisa diartikan muruah PD memang lebih dekat ke pasangan Jokowi – Ma’ruf. Namun, seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan,” kata Andreas saat dihubungi, Selasa (13/8).

Iis Sugianto Diperiksa KPK, Tilisik Harta Eks Dirut Garuda

Eks DI/TII dan NII Ucap Sumpah Setia pada NKRI

PAN Usul 10 Pimpinan MPR, PDIP: Hanya Penuhi Libido Politik

Bachtiar Chamsyah Senang Darmizal Didorong Jadi Menteri

Hanura-Nasdem Saling Dukung untuk Pilkada Pangkep

Andreas menilai motif Demokrat bergabung dengan koalisi hanya untuk membagi kekuatan dan berharap diberikan kursi di kabinet. “Tentu dengan harapan ada power sharing dalam kabinet nanti,” tambah Andreas.

Anggota Komisi I DPR RI ini melanjutkan, pihaknya sendiri menyerahkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo untuk nasib Demokrat tersebut.

Andreas meyakini kedua orang tersebut tentu sudah mengetahui matematika politik terkait Demokrat maupun partai yang sebelumnya berada di oposisi.

“Tentu Presiden Jokowi akan lebih jeli melihat kemungkinan-kemungkinan dukungan yang mengalir pascakemenangan, dan mengelola dukungan-dukungan tersebut sehingga pemerintahan lima tahun ke depan tetap efektif,” jelas Andreas.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, mayoritas kader berlogo bintang mercy ini menginginkan supaya bisa bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Partai yang dikepalai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, dan menolak menjadi oposisi.

“Memang mayoritas memang ingin bergabung (dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Ami),” ujar Syarief saat dihubungi, Selasa (13/8).

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin juga tidak mempermasalahkan apabila Partai Demokrat bergabung. Walaupun ada penolakan. Namun itu tidak bisa disimpulkan sikap resmi koalisi.

“Kalau secara implisit mereka (koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin) oke-oke juga. (Ada penolakan) tidak bisa menjadi patokan,” katanya. (jpnn)

Loading...