Anak Muda dan Algoritma Kesejahteraan Baru Masa Depan

Rabu, 14 Agustus 2019 08:04
Belum ada gambar

Oleh : Muh. Shadri Kahar Muang“Hidup itu sederhana, Goreng, Angkat, lalu Tiriskan…”Sepetik itu kebijaksanaan dari ‘anak jaman now’ yang mampu menggambarkan bagaimana seorang Arthur Schieber yang pada awal mulanya menciptakan mesin enigma sebagai resepsi kesejahteraan.Arthur menjadi anak muda yang menangkap gelisah manusia Jerman yang sedang gandrung menggunakan electrical connection, semacam alat untuk mengotomastisasi pekerjaan mengonversi huruf menggunakan tabel.Ketika itu, awalnya Arthur Scherbius nawaitunya hanya memproduksi dan memperjualbelikan secara komersil mesin enigma buatannya itu ke khalayak umum dengan dalil kesejahteraan.Enigma digadang-gadang sebagai mesin sandi teraman di dunia, karena mekanisme sandi berlapis dan dapat dirubah-rubah yang membuat setiap karakter dalam pesan memiliki 1,59 x 10^14 kemungkinan penyelesaian. Malang tak bisa ditolak, alat kesejahteraan versi Arthur menjelma seketika menjadi senjata paling membunuh pada Perang Dunia II. Mesin yang kita sangka menyejahterakan justru adalah racun pembunuh bagi kita.Fenomena yang menarik dari simalakama sebuah teknologi adalah himpunan narasi tentang teknologi yang lebih cerdas, lebih mumpuni, dan lebih memahami manusia ketimbang manusia itu sendiri. Google, Instagram, Facebook, dan banyak media sosial yang kita gunakan saat ini punya catatan sahih tentang apa saja yang kita bagikan, apa yang kita bicarakan, apa yang kita sukai, buku apa yang kita baca, hingga kecenderungan apa yang kita pikirkan.

Komentar