DJSN Usul Iuran BPJS Naik, Ini Respons Kornas MP


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Belum lama ini Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyodorkan usulan kenaikan tarif iuran program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan.Saat ini, BPJS Kesehatan diprediksi defisit Rp28 triliun. Berbagai persoalan yang menyebabkan defisit keuangan mulai dari maraknya klaim fiktif dari banyak klinik dan rumah sakit, hingga tunggakan iuran peserta.Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Kornas MP BPJS), Hery Susanto, Rabu (14/8) secara tegas menolak usulan DJSN tersebut.Menurut Hery, saat ini data peserta BPJS kesehatan mencapai 223.347.554 orang, dengan klasifikasi 133.934.008 orang (PBI APBN-APBD), 17.536.732 orang (PPU-PN), 34.129.984 orang (PPU-BU), 32.588.888 orang (PBPU-mandiri), dan 5.157.942 orang (bukan pekerja).”Jumlah terbesar adalah peserta PBI APBN-APBD yang tembus 60 persen dari total peserta BPJS Kesehatan. Dan peserta PBI ini juga yang paling banyak memanfaatkan klaim BPJS Kesehatan, mereka termasuk fakir miskin namun sayangnya pihak pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran dalam menentukan peserta PBI,” kata Hery Susanto.

Alihkan Dukungan ke Bamsoet, NH: Itu Cuma Kabar AnginTaruna Keturunan Prancis, Mahfud: Panglima TNI KecolonganNA Turunkan Jabatan Kepala SAMSAT Makassar I Jadi Staf BKDBNPB Pastikan Kualitas Udara di Riau dan Kalteng Masih SedangAnak Muda dan Algoritma Kesejahteraan Baru Masa Depan

Ia menjelaskan, mestinya DJSN fokus pada besaran kenaikan iuran PBI bukan mendetail pada iuran BPJS Kesehatan non PBI. Peserta ini merupakan golongan peserta yang pembayaran iurannya ditanggung pemerintah baik pusat dan daerah.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar