Gang Kondom yang Banyak Diminati Anak Muda

Rabu, 14 Agustus 2019 - 10:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JOMBANG– Dusun Sumberwinong di Desa Banjardowo kini ramai dikunjungi warga sekitar yang penasaran dengan salah satu nama jalan di sana viral di Media Sosial. Gang Kondom, begitu namanya.

Tak hanya warga sekitar, keberadaan papan nama itu juga menarik perhatian masyarakat luar untuk datang ke Desa Banjardowo.

Sebagian besar dari mereka yang datang, hanya untuk sekedar berswafoto disamping papan. Tulus, 51, salah satu warga RT 05/RW 08 yang tinggal di Gang Kondom mengatakan, beberapa waktu terakhir banyak orang luar yang datang hanya untuk melihat papan nama Gang Kondom.

“Sejak diberi nama Gang Kondom terus masuk di facebook, banyak yang datang ke sini. Rata-rata anak muda, mereka selfie disamping papan. Kata mereka nama gangnya unik,” kata Tulus, Rabu (14/8).

Gang di salah satu jalan permukiman warga Dusun Sumberwonong ini memang diberi nama Gang Kondom. Pemberian nama ini dilakukan menyusul adanya program Kampung Keluarga Berencana yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Jombang. “Tak hanya gang ini, gang lain juga diberi nama,” imbuhnya.

Meski menarik perhatian warga luar untuk datang, beberapa warga Dusun Sumberwinong sendiri sebenarnya mengaku risih dengan nama itu. “Dulu nama Gang Kondom ini diresmikan pak camat. Tapi sayangnya pakai nama kondom, orang yang tidak mengerti pasti menilai nama ini jorok. Mungkin sebaiknya diganti saja,” kata Parti, 47, warga lain.

Sebelumnya, pemberian nama Gang Kondom ini memunculkan polemik. Dian Sukarno, pegiat budaya Jombang menolak penamaan ‘Gang Kondom’. Meski niatnya baik, sebagai program kampung Keluarga Berencana (KB), namun ada yang kurang tepat pada pemilihan kata untuk nama gang. “Pilihan kata kondom bagi kami memiliki makna negatif jika digunakan sebagai nama pada sebuah tempat. Apalagi kalau yang bermukim ada anak dibawah umur,” katanya.

Kata kondom menurut Dian, menjadi tidak etis jika dikonsumsi anak di bawah umur sebagai wacana dan bahan pembicaraan. “Apa jadinya jika mereka bertanya kondom itu apa. Sebagai orang tua jawaban apa yang pas disampaikan kepada mereka? Tentu sangat sulit,” imbuhnya. Jika terjadi salah penafsiran, menurut Dian kondom bisa dianggap sebagai barang yang boleh digunakan siapa saja. “Ini yang bahaya,” ujarnya.

Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur 950 Meter

Alasan Tidak Jelas, Perawat Puskesmas Ko’mara Tidak Melayani Pasien

Director SPIN Bicara Kekasih Gelap Prabowo

Galih Ginanjar Sudah 1 Bulan Mendekam di Sel, Ini Rutinitasnya

Pakistan Bawa Konflik Kashmir dan Jammu ke PBB

Selain itu memberi nama ‘Gang Kondom’ juga kurang tepat menurut aspek budaya. “Desa Banjardowo dalam ceritanya tidak bisa dipisahkan dari sejarah kerajaan Majapahit. Rasanya kurang etis jika salah satu gang permukiman diberi nama itu,” tambahnya. Dian mengusulkan, ‘Gang Kondom’ diganti dengan nama lain. “Masih banyak pilihan kata dalam bidang keluarga berencana yang bisa digunakan sebagai nama,” pungkasnya.

Pihak DPPKBPPPA Kabupaten Jombang sendiri mengakui penamaan ‘Gang Kondom’ di Desa Banjardowo menimbulkan pro kontra. “Kami sudah menerima laporannya. Mempertimbangkan masukan dari banyak pihak, kami akan merumuskan nama baru untuk gang itu,” kata Nur Kamalia, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Jombang.

Pihaknya menjelaskan, pemilihan nama itu dilakukan sendiri oleh masyarakat setempat. “Dalam program Kampung KB, ada kegiatan yang namanya rembung warga. Dari kegiatan itu, masyarakat yang menentukan sendiri nama untuk jalan permukiman. Jadi pemberian nama itu bukan kami atau provinsi, tapi masyarakat sendiri,” tambahnya.

Dalam merumuskan nama baru tersebut, tambah Nur Kamalia, pihaknya akan melibatkan pemerintah desa setempat. (jp)