Mendikbud Muhadjir Sebut Akan Terima 52 Ribu Guru

Rabu, 14 Agustus 2019 - 13:21 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, tahun ini dilakukan pengangkatan minimal 52 ribu guru PNS. Hal itu untuk menggantikan pendidik yang memasuki usia pensiun.

Mendikbud Muhadjir memperkirakan jumlah guru PNS yang pensiun tahun ini sekitar 52 ribu orang. Otomatis akan ada kekurangan jumlah pendidik yang harus ditutupi.

“Kami perkirakan 52 ribu (guru akan pensiun), artinya tahun ini tidak bisa tidak harus mengangkat 52 ribu minimum untuk ganti guru yang pensiun. Ditambah pengangkatan bertahap guru honorer,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8).

Bupati Gowa Tegaskan Anggota Pramuka Harus Dididik Jadi Insan Berkarakter

Suap Impor Bawang Putih, KPK Kejar Pejabat Kementan

HUT RI, Komunitas Masyarakat Hijrah Tanpa Nama Gelar Hapus Tato

Perang Dagang Indonesia-Eropa, Produk Susu Dipastikan Naik

Politikus PKB Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek PUPR

Selain itu, pihaknya juga akan menghitung berapa banyak sekolah baru yang juga membutuhkan guru. Secara umum, kebutuhan guru PNS hampir 150 ribu karena pada 2022 akan lebih banyak yang pensiun.

“Ditambah lagi, kami belum tahu jumlah sekolah baru yang butuh guru baru. Sudah ada perkiraan kami, dibutuhkan 148 ribu guru. Dan puncak pensiun guru tahun 2022, sekitar 70 ribu lebih guru pensiun,” jelasnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap ke depan tidak ada lagi moratorium penerimaan guru PNS. Sebaliknya, pemerintah daerah dan kepala sekolah juga jangan lagi merekrut guru honorer.

“Biarlah pemerintah sekarang selesaikan guru honorer yang ada. Karena kalau guru honorer diangkat terus oleh sekolah, kapan selesainya,” tandas menteri 63 tahun ini. (jpnn)

Loading...