Miryam Haryani Diyakini Jadi Celah Menjerat Anggota DPR Lain

Rabu, 14 Agustus 2019 - 09:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan anggota komisi II DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani (MSH) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-el tahun anggaran 2011-2013.

KPK memastikan Miryam Haryani bukan tersan‎gka terakhir dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun ini.

“KPK bertekad untuk terus mengusut kasus ini, yaitu pihak lain yang memiliki peran dalam perkara ini dan juga mendapatkan aliran dana,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Saut menjelaskan, Miryam Haryani akan menjadi celah KPK untuk menjerat anggota DPR RI lainnya. Sebab, Miryam merupakan pihak yang diduga berperan mengumpulkan serta menyalurkan uang untuk memuluskan korupsi KTP-el ke rekan-rekannya di DPR RI.

Miryam disinyalir telah menerima uang sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat dari ‎‎Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman untuk kebutuhan rekan-rekannya di komisi II DPR.‎ Tak hanya itu, Miryam juga disebut telah beberapa kali menerima sejumlah uang dari pejabat Kemendagri sepanjang tahun 2011-2012.

“Tersangka MSH meminta uang dengan kode ‘uang jajan’ kepada Irman sebagai Dirjen Dukcapil yang menangani KTP-el. Permintaan uang tersebut, ia atasnamakan rekan-rekannya di Komisi II yang akan reses,” ucap Saut.

Ingin Rambut LebihTebal, Ikuti Langkah Ini

Politikus Nasdem Curiga Ada Motif Demokrat Dukung Jokowi

Matinya Demokrasi di Kampus Merah

Helikopter TNI AD yang Hilang di Papua Dicari Pakai Drone

Teh Mawar, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan

Menurut Saut, penyidik punya strategi sendiri untuk menjerat para anggota DPR yang turut menikmati uang panas KTP-el. Intinya, kata Saut, KPK akan terus mengejar anggota DPR penikmat dana korupsi KTP-el.

“Anggota DPR lain ini pasti jadi perdebatan yang panjang. Mereka (penyidik) selalu bicara strategi, itu strategi, mereka sangat independen, KPK akan secara berlanjut menindaklanjuti kasus ini,” jelas Saut.

Dalam persidangan perkara korupsi KTP-el, cukup banyak nama anggota DPR yang disebut turut kecipratan uang korupsi KTP-el. Bahkan, pihak-pihak yang disebut menerima uang panas KTP-el tersebut telah diperiksa beberapa kali oleh penyidik KPK.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan 14 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi KTP-el. 14 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Kemudian, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari, Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, Husni Fahmi, serta Paulos Tannos. Sebelas orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi KTP-el.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan KTP-el. (jp)