Mr P Berubah Warna Jadi Ungu?

Rabu, 14 Agustus 2019 - 10:17 WIB
Ada lima alasan yang menyebabkan Mr P bisa berubah warna (Istimewa)

FAJAR.CO.ID–Mr P berubah warna? keadaan tak biasa ini (perubahan warna) bisa saja menimpa kaum adam. Terlebih ketika Mr P tiba-tiba berubah warna saat menerima rangsangan.

Dijelaskan Dr S. Adam Ramin, MD, Direktur Medis Spesialis Kanker Urologi, ujung penis mungkin berubah menjadi warna merah tua atau keunguan sebelum atau saat berhubungan seks atau bahkan sedang masturbasi.

Dilansir dari Menshealth, Senin (26/3), perubahan warna pada ujung Mr P disebabkan oleh meningkatnya aliran darah akan membantu untuk ereksi. Namun, jika berubah warna menjadi ungu, hal tersebut bisa disebabkan oleh lima faktor.

1. Penis Pernah Terluka

Memar terjadi ketika cedera menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit bocor. Itu bisa membuat kulit berubah ungu, biru, hijau, atau bahkan hitam. Selain itu disebabkan oleh Mr P pernah terluka saat hendak menutup ritsleting celana, atau ketika berhubungan seks yang terlalu kasar.

Dr Jamin Brahmbhatt, MD, seorang ahli bedah urologi dan co-director dari The PUR Clinic mengatakan pria mungkin lebih rentan saat mengonsumsi obat pengencer darah, yang dapat menyebabkan ruam ungu terjadi dengan lebih mudah. Namun, biasanya kondisi ini tidak terlalu menyakitkan dan akan mulai memudar sendiri dalam beberapa hari.

2. Penis Pernah Memar

Meskipun penis sebenarnya tidak memiliki tulang, ia memiliki ligamen dan jaringan yang dapat melebar atau bahkan melengkung. Itu bisa menyebabkan memar, pembengkakan, dan warna ungu yang mendalam.

Hal ini paling mungkin terjadi selama seks yang kasar (terutama doggy style), karena ereksi membuat Mr P kurang lentur dan lebih rentan membungkuk. Tapi fraktur Mr P juga bisa terjadi akibat trauma hebat, seperti luka parah dalam kecelakaan mobil.

Jika Mr P retak, akan terdengar suara popping diikuti dengan rasa sakit yang tajam, tiba-tiba bengkak dan perubahan warna yang mendalam. “Dalam kasus-kasus terburuk, Mr P mungkin menyerupai terong,” ungkap Dr. Brahmbhatt.

Hal terbaik yang harus dilakukan adalah segera menuju ke UGD. Fraktur penis biasanya membutuhkan operasi dan masa penyembuhan cukup lama.

3. Alergi Obat-Obatan

Banyak jenis obat dapat memicu reaksi alergi, yang paling umum adalah antibiotik, penghilang rasa sakit (seperti acetaminophen atau ibuprofen), dan obat anti kejang atau antipsikotik. Kadang-kadang obat-obtan tersebut dapat menyebabkan ruam keunguan pada kulit.

Jika ruam disertai dengan pengelupasan kulit atau rasa sakit, itu bisa menyebabkan kondisi yang disebut sindrom Stevens-Johnson. Sindrom ini jarang terjadi, hanya mempengaruhi pria saat kondisi tertentu.

Jika melihat ruam setelah minum obat, segera hubungi dokter. Dia akan mengarahkan ke dokter kulit, yang dapat mengevaluasi ruam dan menentukan apakah itu disebabkan oleh reaksi alergi.

4. Munculnya Purpura

Purpura ditandai dengan benjolan kecil berwarna ungu pada kulit, sering pada penis, pantat, kaki bagian bawah, atau siku. Benjolan terbentuk ketika pembuluh darah di bawah kulit mulai bocor. Benjolan biasanya tidak menyakitkan tetapi bisa disertai dengan sakit perut, nyeri sendi, bengkak, dan nyeri pada skrotum.

Purpura pada penis biasanya merupakan hasil dari reaksi autoimun yang memicu peradangan. “Sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darahnya sendiri, menyebabkan pembuluh (di Mr P) menjadi meradang,” kata Dr Ramin. Peradangan itulah yang menyebabkan warna ungu.

Untungnya, purpura jauh lebih sedikit menakutkan daripada yang terlihat. Jika pria melihat gejala-gejala ini, hubungi dokter yang akan merekomendasikan obat anti-inflamasi untuk membantu membersihkan benjolan dan mengurangi ketidaknyamanan.

5. Gejala Sifilis dan Herpes

Jika melihat luka ungu pada Mr P dan sekitarnya, ada kemungkinan bahwa penyebabnya adalah herpes atau sifilis. Herpes biasanya mulai keluar lewat tanda lecet, yang berkembang menjadi sakit merah atau ungu yang merembes cairan jernih atau kekuningan. Sifilis dapat menyebabkan bintik-bintik merah atau ungu yang tegas, bulat, dan tidak nyeri.

Jika terkena kedua tanda-tanda ini, segera ke dokter. Sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotik. Sedangkan virus herpes, dapat diatasi dengan perawatan yang tepat dan obat antiviral.