Perang Dagang Indonesia-Eropa, Produk Susu Dipastikan Naik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita angkat bicara tentang kabar penerapan bea masuk biodiesel Indonesia ke pasar Eropa. Sesuai dengan prediksi, Eropa memberlakukan bea masuk 18 persen. Namun, Indonesia tidak akan tinggal diam. Sebagai imbalan, Indonesia bakal memberlakukan tarif impor terhadap dairy products Eropa.

“Ibu-ibu yang anaknya mengonsumsi susu, (harganya) pasti naik,” kata Enggar setelah rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Selasa (13/8).

Namun, dia menyatakan bahwa pemerintah belum mendapat kabar tersebut secara resmi. Begitu kebijakan Eropa berlaku, Indonesia pun akan memberlakukan skema balasan. Meski, akhirnya balasan itu juga bakal berdampak terhadap masyarakat Indonesia.

Dalam waktu dekat, menurut Enggar, pemerintah mengundang para pelaku usaha yang selama ini menggarap pasar biodiesel Eropa. Namun, pemerintah juga akan mengundang para importir susu untuk mendengarkan pendapat mereka terkait dengan rumusan skema balasan pemerintah terhadap Eropa.

Bila pemerintah asal menaikkan bea impor susu dari Eropa tanpa mendengarkan suara para importir, harga yang dibayar bakal terlalu mahal. Selain membuat harga susu formula lebih mahal, kebijakan pemerintah itu pasti akan mengerek harga-harga produk Eropa lain yang berbahan baku susu.

“Kami juga harus memperhatikan pasar domestik,” ujarnya.

Masalah tarif memang seolah menjadi senjata bagi setiap negara untuk melakukan proteksionisme perdagangan internasional. Namun, jika perang tarif ini tidak kunjung selesai, risikonya adalah pertumbuhan ekonomi bakal mengalami perlambatan.

Politikus PKB Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek PUPR

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...