Terkait Kesalahan Belanja Rp24 M , Proyek Puskesmas di Pangkep Tak Sesuai Kontrak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,PANGKEP — Pengerjaan proyek pembangunan sejumlah puskesmas di Pangkep bermasalah. Rata-rata tak sesuai dengan kontrak. Salah satunya, pembangunan Puskesmas Taraweang, Kecamatan Labakkang. Proyek tidak rampung sesuai masa kontraknya, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp4,4 miliar lebih.

Sesuai kontrak, proyek harusnya rampung 20 Desember 2018, namun tak terpenuhi. Sesuai aturan, kontraktor yang mengerjakan dikenai denda Rp32,2 juta, tetapi itu tidak dilakukan Dinas Kesehatan Pangkep.

Kesalahan juga terjadi pada proyek Puskesmas Minasatene. Pada proyek yang ditangani oleh PT AKS itu terdapat ketidaksesuaian antara fisik di lapangan dan spesifikasi dalam kontrak. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan selisih anggaran sebesar Rp6,8 juta lebih.

Hal serupa juga terjadi pada pembangunan Puskesmas Kalabirang dan Puskesmas Padanglampe. Kedua proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran DAK sebesar Rp13,4 miliar lebih.

Anggota Komisi II DPRD Pangkep, Alfian Muis mengakui kesalahan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, Dinas Kesehatan diminta melakukan pengembalian anggaran.

“Ini persoalan administrasi dan teknis di lapangan, sehingga ditemukan beberapa persoalan. Seperti pada Dinas Kesehatan itu harus pengembalian uang,” ujarnya, Selasa, 13 Agustus.

Alfian menilai, kondisi itu terjadi tidak lepas dari ketidakbecusan PPK dalam menangani pekerjaan. “Harusnya memang penyerahan itu sesuai dengan nilai kontrak yang tertera, ini yang menyebabkan masalah sebab tidak sesuai dengan nilai kontraknya,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pangkep, Sugiharto mengaku, akan menindaklanjuti adanya temuan puskesmas yang bermasalah tersebut. “Kita akan tindak lanjuti terkait temuan ini, serta tinjau langsung kondisi fisik pembangunan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latif mengaku telah menindaklanjuti temuan BPK tersebut. Termasuk adanya denda atas keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan puskesmas yang menjadi temuan, sebab belum dibayarkan oleh pihak rekanan.
“Iya ada denda karena keterlambatan pekerjaan, tetapi dendanya sudah dibayarkan,” ucapnya. (fit/iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...