Tolak Ganti Rugi Pembebasan Lahan Warga Dua Kecamatan Datangi BPN Maros

FAJAR.CO.ID,MAROS -- Sejumlah warga yang tersebar di dua Kecamatan yakni Kecamatan Maros Baru dan Marusu mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Maros, Rabu, 14 Agustus.

Kedatangannya guna menyampaikan penolakan mereka terkait ganti rugi pembebasan lahan rel kereta api di Maros. Pasalnya nilai ganti ruginya terlalu rendah.

Salah seorang warga Desa Ma'rumpa Kecamatan Marusu, Jamaluddin mengaku menolak pembayaran ganti rugi pembebasan lahan rel kereta api. "Kami menolak pembebasan lahan rel kereta api. Nilainya terlalu rendah sementara lahan kita ini merupakan lahan produktif," tegasnya

Dia juga menyayangkan tahapan pembebasan lahan pembangunan rel kereta api ini. Sebab mereka tak pernah dilibatkan. Baik dalam proses pengukuran mereka sama sekali tak dilibatkan.

"Kami tak dilibatkan dalam proses pengukuran dan tiba-tiba saja sudah ada musyawarah penetapan harga. Padahal harusnya kan harga ini harus dimusyawarahkan dulu tapi ini dilakukan sepihak," tegasnya.

Olehnya itu dia meminta BPN selaku panitia pengadaan tanah membatalkan semua pengukuran yang ada dan semua yang sudah di tandatangani. "Baik itu daftar hadir ataupun semua yang sudah ditandatangani," katanya.

Menurutnya selama ini telah terjadi pembodohan kepada warga pemilik lahan. Bagaimana tidak mereka sama sekali tidak mengetahui perihal rencana pembebasan lahan ini. Namun tiba-tiba diundang menghadiri musyawarah penetapan harga yang telah ditetapkan.

"Warga diundang musyawarah penetapan dan harganya sudah ditetapkan. Harusnya kan kalau musyawarah itu ada pembahasan dan masukan dari warga tapi ini tidak ada," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...