Amran Sulaiman Ungkap Importir Bawang Putih Telah Diblacklist

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan kembali pihaknya akan terus mendukung KPK dan bangga terhadap keberanian lembaga antirasuah mengungkap kasus suap impor bawang putih.

Hal itu disampaikan oleh Amran dalam kesempatan sidak di Direktorat jenderal Hortikultura, Rabu (14/8).

Selain itu, Amran Sulaiman mengungkap informasi lebih jelas soal status perusahaan importir yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Masyarakat perlu tahu, PT CSA sudah lama di blacklist. Sejak 7 bulan lalu. Akibat mereka tidak mampu memenuhi kewajiban tanam 5 persen yang dipersyaratkan. Kami tidak menerbitkan rekomendasi lagi sejak Januari 2019,” tegas Amran.

Pemeran Video Vina Garut Ternyata Berprofesi Penyanyi

Soal PPN Kertas Koran, Jokowi: Saya Hilangkan

Polres Pangkep Gelar Polisi Magello, Bantu Korban Kebakaran

Suharso Monoarfa Temui Prabowo, Konon Bahas Ini

Ibu Hamil Boleh Konsumsi Minuman Energi? Ini Penjelasannya

PT. CSA selaku importir, sesuai dengan Permentan 38 tahun 2017 wajib melakukan tanam 5 persen dari volume pengajuan rekomendasi impor, dan telah diberikan tenggat waktu hingga 31 Desember 2018. Nyatanya perusahaan ini tidak memenuhi sepenuhnya.

“Wajib tanam bawang putih ini menjadi upaya percepatan bertumbuhnya pertanaman baru bawang putih. Dulu 1994 kita pernah swasembada. Namun akibat impor, petani menjadi malas bertani bawang putih,” kata Amran.
Kementan ingin mengembalikan kejayaan swasembada bawang putih dan petani mendapatkan hasilnya.

Amran mengatakan hingga saat ini sudah 72 perusahaan masuk daftar blacklist akibat ketidakpatuhan terhadap aturan, dan akan terus tidak memberi ruang bagi importir nakal. Terhadap para stafnya, Mentan juga menegaskan sanksi pemecatan apabila terbukti terlibat dalam kasus OTT yang ditangani KPK ini.

Sekadar tahu, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Nyoman Dhamantra, telah dibawa ke Gedung KPK Jakarta. Kader parpol banteng moncong putih itu diduga terlibat terkait operasi tangkap tangan (OTT) mengenai importir bawang putih.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan hal itu. Nyoman saat ini tengah berada di ruang penyidik KPK di Kuningan, Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Politikus PDI Perjuangan itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.14 WIB. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...