Bendera Merah Putih Berukuran 74 Meter Bakal Dikibarkan di Tengah Laut Bone

Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:45 WIB

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Panitia Merah Putih Tangkulara terus melakukan serangkaian persiapan jelang puncak acara pembentangan bendera merah putih yang berujuran 74 meter. Upacara nanti akan dilakukan pada 18 Agustus 2019 mendatang di Tanre Kawasan Tangkulara, Bone. Pulau yang berada di tengah laut.

Untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia menggelar rapat koordinasi lintas instansi, lembaga serta beberapa tokoh masyarakat pesisir. Rapat dihadiri oleh Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Nur Ichsan, Basarnas, Syahbandar, Polair, serta beberapa Tokoh Masyarakat Pesisir.

Rapat yang berlangsung pada Rabu 14 Agustus 2019 membahas teknis pelaksanaan kegiatan diantaranya kondisi dan cuaca pada saat kegiatan, keamanan dan keselamatan peserta.

Ketua Panitia, Rusmin Igho memaparkan, sejauh ini sudah ada sekitar 100 unit kapal yang telah melakukan registrasi dan menyatakan kesiapannya mengikuti kegiatan. “Untuk kapal nelayan yang akan mengikuti lomba kapal hias yakni, 12 Unit kapal berkapasitas 10-18 gt, 27 unit dengan kapasitas 3 GT serta 60 unit speed boat,” katanya Rabu (14/8/2019).

Selain itu, sekitar 15 kapal dari lintas instansi juga telah mengkonfirmasikan kehadirannya. Sekitar 500 orang akan terlibat langsung dalam acara pembentangan bendera merah putih berukuran 74 meter nanti.

Kepala Basarnas Bone, Andi Sultan menuturkan bahwa, sejauh ini Basarnas telah berkoordinasi dengan beberapa pihak termasuk pihak Syahbandar Bajoe, Polair, OPP dan BPBD untuk bersinergi sekaligus menyatukan persepsi.

“Yang utama adalah keamanan maupun keselamatan seluruh peserta pada saat kegiatan berlangsung. Ini kegiatannya di laut kondisi alam tentu tidak bisa kita kondisikan. Olehnya, seluruh pihak dapat bersinergi demi kelancaran kegiatan,” sebutnya.

Syahbandar Bone juga menjamin keamanan mulai dari star sampai dengan kepulangan, dan para peserta wajib menggunakan alat keamanan.

Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Nur Ichsan menambahkan, sebelum hari H perlu diadakan check lokasi untuk memastikan kondisi air pada saat jam digladykan rangkaian acaranya. “Tujuannya, supaya ada gambaran tentang pelaksanaan kegiatan nanti. Dan antisipasi jika ada hal-hal yang tidak sesuai perencanaan,” sebut perwira berpangkat satu melati itu. (gun)