Inovasi, Pompa Tanpa Listrik dan Ubah Sampah Jadi BBM

Kamis, 15 Agustus 2019 09:04

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Inovasi masyarakat desa tak kalah bersaing dengan mahasiswa di perkotaan. Mampu membuat sebuah terobosan baru bagi petani yang sawahnya kekurangan air.Andi Haeri, lelaki asal Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru merupakan otaknya. Dia mampu menciptakan pompa hidram tanpa listrik dan tanpa bahan bakar. Kemudian mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).Menurut Haeri, pompa hidram sebuah alat instalasi air yang mampu memenuhi kebutuhan bagi masyarakat pedesaan. Bisa digunakan dalam keperluan seharu-hari, bisa juga untuk keperluan pertanian.”Pompa ini bekerja tanpa menggunakan bahan bakar atau tambahan energi dari luar. Pompa ini hanya memanfaatkan tenaga aliran air yang jatuh dari suatu sumber kemudian dipompakan ke tempat yang lebih tinggi,” katanya saat pameran inovasi di Hotel Novena, Rabu (14/8/2019).Kata dia, pompa ini mampu mendorong air secara vertikal setinggi 50 meter dan horizontal sejauh 2.000 meter. Tujuannya juga dibuat pompa ini agar dapat mengurangi biaya hidup masyarakat. Dan sudah digunakan di beberapa daerah.”Enrekang, Selayar sudah menggunakannya. Kalau di Bone mulai Kecamatan Lamuru, Amali, Lapri, Bontocani, dan Tellulimpoe,” sebut Haeri.Selain itu sampah plastik juga diberdayakannya. Dibuat jadi BBM. Disortir kemudian dimasukkan ke dalam tabung penyulingan. Pemanasan di atas suhu 80 derajat sampai 120 celcius selama 15 menit. Setelah itu menghasilkan uap, dan pipa penyulingan akan mengeluarkan tetesan bahan bakar.

Bagikan:
2
8
9

Komentar