KPK Periksa Enam Jaksa Terkait Suap Penanganan Perkara

Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), dalam penanganan kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang menjerat Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto.

Untuk menghadirkan 6 orang saksi pada Kamis (15/8) hari ini, lembaga antirasuah telah mengirimkan surat ke Jaksa Agung, HM Prasetyo pada Senin (12/8) lalu.

“Sebagai bentuk koordinasi antar institusi, KPK menyurati Jaksa Agung untuk bantuan menghadirkan saksi-saksi tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (15/8).

Keenam saksi yakni, Kusnin, M Rustam Effendi, Bennt Crisnawan, Dyah Purnamaningsih, Musriyono dan Adi Wicaksono. Mereka merupakan Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

“Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dari pihak swasta Sendy Perico (SPE),” ucap Febri.

Menurut Febri, pada Rabu (14/8) kemarin penyidik antirasuah telah mengagendakan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk tersangka Sendy. Mereka adalah M. Zahroel Ramadhana, Jaksa Fungsional di Badiklat Kejaksaan Agung; Yadi Herdiantor, Jaksa Fungsional pada Kejati DKI Jakarta; Arih Wira Suranta, Jaksa dan Yuniar Sinar Pamungkas, Kasi Kamnegtibum dan TPU di Kejati DKI Jakarta.

Namun, keempat orang saksi tersebut mangkir dari panggilan KPK. Sampai saat ini, penyidik pun belum menerima informasi alasan ketidakhadiran.

Jokowi Ungkap Ada Calon Menteri Pengalamannya Nol

Yenti Garnasih Diisukan Jaksa Agung, Sejarah Korps Adyaksa

Sajikan Bridal Pengantin Internasional dan Jajanan Kekinian

Sekjen PBNU Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Proyek PUPR

Amendemen UUD 1945, Jokowi: Nanti Dikira Saya yang Mau

“Penyidik akan mempertimbangkan memanggil kembali sesuai kebutuhan penanganan perkara,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, Agus ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta bernama Sendy Perico (SPE) dan pengacara bernama Alvin Suherman (AVS). Sendy Perico merupakan pihak yang berperkara di PN Jakarta Barat. Agus diduga menerima suap Rp200 juta dari Sendy dan Alvin.

Atas perbuatannya, sebagai pihak yang diduga sebagai penerima suap, Agus Winoto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Alvin dan Sendy disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (jp)

loading...