Pansus Hak Angket DPRD Sulsel Pecah Kongsi

Hak Angket DPRD Sulsel

REPORTER TAUFIK HASYIM-MUHCLIS ABDUHEDITOR AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKIMAKASSAR, FAJAR- Internal pansus hak angket memanas jelang paripurna. Anggota pansus pecah kongsi.PERPECAHAN itu ditengarai sebagai imbas tak jelasnya anggaran Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Sulsel. Parpol pendukung pemerintah dan pengusung angket, berhadap-hadapan kini.Ketua Pansus Hak Angket, Kadir Halid menyayangkan adanya internal pansus yang melemahkan hasil kerja pansus. Upaya pelemahan oleh oknum internal ini disebutnya merendahkan martabat institusi.”Mau jadi pahlawan kesiangan. Mungkin tidak berlebihan kalau di pansus ini memang ada duri dalam daging,” keluh adik Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid ini, Rabu, 14 Agustus.Menurutnya, pansus dituduh menerima uang besar yang menggerakkan pansus hak angket. Tudingan ini menurutnya sudah menjurus ke fitnah. Meski begitu, ia berharap semua pihak bersabar menunggu rumusan rekomendasi hak angket.”Apa pun hasilnya, ini semua demi kebaikan. Tetapi hasil hak angket itu produk hukum bersifat politis yang bisa menjatuhkan kepala daerah. Jadi lebih hebat dari produk aparat hukum. Ini pendapat saksi ahli ya,” jelasnya.Anggota Pansus Hak Angket, Ariady Arsal menuturkan pihaknya hanya menyoroti dana saksi ahli yang tidak transparan. Pos-pos anggaran seperti konsumsi, ATK, dan biaya sidang sudah disepakati. Juga biaya konsultasi ke Jakarta bisa ditelusuri.”Hanya ini dana untuk memanggil saksi ahli yang tidak ada di pembicaraan awal usulan anggaran. Itu saja. Yang pasti kami di Fraksi PKS dengan tegas menolak bila ada upaya pemakzulan,” tutur legislator PKS ini.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar