PLTA Sungai Kayan Tenggelamkan Dua Desa

Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:56 WIB

FAJAR.CO.ID, KALTARA– PT Kayan Hidro Energy (KHE) menyatakan, proyek PLTA Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya di bendungan satu akan berdampak terhadap dua desa. Dua desa itu, yakni Desa Long Lejuh dan Long Peleban Kecamatan Peso.

Dua desa itu dipastikan tenggelam akibat pembendungan Sungai Kayan. Sesuai kesepakatan, dua desa tersebut akan direlokasi.

“Jadi, di bendungan satu itu ada dua desa yang akan kami relokasi. Tempat relokasi yang baru juga kami sesuaikan dengan permintaan dari masyarakat dua desa tersebut,” ungkap Manager Operasional KHE, Roni, Kamis (15/8).

Satu sisi, sambung Roni, dari segi akses, masyarakat juga ingin menggunakan infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan antara Peso dan Malinau. Di sisi lain juga ada Desa Long Peleban yang tidak mau jauh dari desa yang lama.

“Nantinya di lokasi yang baru itu juga akan dilewati akses rencana pembangunan Kayan II. Jadi, dua desa itu tidak akan ketinggalan infrastruktur. Khususnya infrastruktur jalan, sehingga nantinya masyarakat bisa melalui akses darat,” bebernya.

KHE juga menjamin relokasi akan tetap mempertahankan kearifan lokal dua desa tersebut. Untuk dampak bendungan sendiri terhadap masyarakat, Roni mengatakan, kalau berbicara dampak sebenarnya banyak sekali dampak positifnya. Pasalnya, bendungan itu sendiri potensial menjadi tempat wisata.

“Sebelumnya teman-teman yang ada di Peso juga sudah kami ajak studi ke Tiongkok untuk melihat apakah nantinya setelah ada bendungan, sosial masyarakat akan maju atau tidak,” ujarnya.

Kilang Pertamina di Karang Jati Terbakar, Lihat Asapnya

KPK Periksa Enam Jaksa Terkait Suap Penanganan Perkara

Jokowi Ungkap Ada Calon Menteri Pengalamannya Nol

Bocoran Terbaru Menteri Jokowi di Periode Kedua

Sekjen PBNU Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Proyek PUPR

Bahkan nantinya, dia yakin, dua desa tersebut akan lebih maju dibandingkan desa lainnya. Intinya pendapatan masyarakat akan meningkat kalau di lokasi itu ada penghasilan pendapatan.

“Jadi, dengan adanya PLTA Sungai Kayan ini banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” bebernya.

Sementara, Bupati Bulungan, H. Sudjati mengatakan, untuk studi relokasi dua desa itu sebenarnya sudah dilakukan. Jadi, saat ini tinggal proses relokasi saja.

“Setiap rumah juga telah dilakukan pendataan dari pihak KHE,” bebernya.

Bahkan, KHE juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan di relokasi tersebut. Nantinya, Pemkab Bulungan juga akan melakukan peninjauan ke lokasi yang akan direlokasi.

“Saya berharap segala kelengkapan desa menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan pihak KHE,” harapnya.

Proses relokasi, jelas Sudjati, harus memperhatikan keberlanjutan kehidupan masyarakat, setelah ditempatkan di lokasi yang baru. “Jangan nantinya setelah pindah dibiarkan begitu saja. Jadi, semua aspek harus diperhatikan,” pungkasnya. (jp)

Loading...