Sinyal Jokowi, Prabowo Bisa-bisa hanya Gigit Jari

Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:54 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberi sinyal tidak membutuhkan lagi tambahan kekuatan partai politik di gerbong koalisi pendukung.

Dengan kekuatan sekitar 62 persen di parlemen, Jokowi yakin pemerintahan periode keduanya akan efektif.

“Ini sudah 62 persen lo, mau apa lagi? Kalau ditambah Gerindra 74 persen, tambah Demokrat 80 persen, sekalian saja tambah PKS dan PAN, maunya begitu?” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu para pimpinan redaksi media di Istana, Jakarta, Rabu (14/8).

Turunkan Backlog MBR, Pemerintah Bangun 3,9 Juta Rumah

Karhutla Ada Dugaan Korupsi, KPK Siap Berindak

Respons Khofifah Indar Parawansa Diincar Demokrat Jatim

Menteri Muhadjir Heran Pemda Keberatan Rektut PPPK

Kemenhan Iran Luncurkan Kendaraan Taktis Canggih

Menurut dia, angka sekitar 62 persen itu lebih besar dibandingkan saat dia menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. “Di DKI 18 persen jalan, di Solo 34 persen dua periode jalan juga, tidak masalah,” kata Jokowi.

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin menilai, kemungkinan Gerindra merapat ke Jokowi masih 50-50. Bisa saja Gerindra merapat kemudian dapat jatah menteri atau sebaliknya, gigit jari. Apalagi ada sinyal Jokowi soal kondisi koalisinya saat ini.

“PDIP mendukung Gerindra. Namun, kalau Jokowi menolak, PDIP tak akan bisa berbuat banyak. Prabowo bisa-bisa akan gigit jari,” ujar Said. (jpnn)

loading...