Warga Desa di Maros Antre Demi Air Bersih

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Puluhan warga di Dusun Parasangang Beru Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros berbondong-bondong untuk bisa mendapatkan air yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Kamis, 15 Agustus 2019.

Ada yang membawa ember, baskom, jeriken, hingga drum penampungan air. Salah seorang warga Parasangang Beru, Yusuf, mengakui bahwa kondisi kekeringan tengah dirasakan warga di Kecamatan Bontoa sejak musim kemarau.

Pasalnya, jika musim hujan mereka masih bisa berharap dari air hujan. Dia mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari Pemkab Maros ini. Sebab, untuk bisa mendapat air bersih warga harus merogoh kocek lagi.

Bahkan, sejak kemarau mereka terpaksa membeli air bersih satu mobil tangki dengan isi 5000 liter dengan harga Rp130 ribu.

“Tapi itu hanya bisa dipakai kurang lebih sepuluh hari saja,” katanya.

Namun ada juga warga yang hanya membeli air satu drum isi 120 liter seharga Rp8000.

Dia mengaku dari pembagian air bersih gratis ini ia mendapat satu drum isi 120 liter yang biasanya hanya digunakan sehari.

Warga lainnya, Sahir mengatakan, meski jumlah bantuan dari BPBD itu sangat terbatas, dia merasa terbantu.

Apalagi selama musim kemarau, warga sekitar pesisir tersebut selalu mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumahnya ia terpaksa membeli air bersih per jeriken.

“Satu jerigen biasanya kita beli dengan harga Rp1000,” katanya.

Kepala Dusun Balosi, Sukri mengatakan, untuk di wilayahnya ada sekitar 800 KK yang membutuhkan air bersih.

Sementara itu, Kasubid Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Muhammad Deswal mengatakan bantuan air bersih ini disalurkan di empat kecamatan yang terdampak kekeringan.

“Jadi berdasarkan laporan yang masuk ke kantor ada empat kecamatan yang mengalami kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Yakni Kecamatan Bontoa, Lau, Marus dan Maros Baru,” katanya.

Namun, untuk saat ini kata dia, pihaknya sementara melakukan penyaluran air bersih di Kecamatan Bontoa.

“Untuk saat ini kita dahulukan di Kecamatan Bontoa. Sudah dua desa yang kita salurkan air bersih,” katanya.

Dia menjelaskan jika kemarin bantuan air bersih dilakukan di tiga dusun di Desa Bonto Bahari. Sedangkan hari ini bantuan air bersih dilakukan di Desa Pajjukukang yang juga di tiga dusun.

“Setiap dusun kita bantu dua unit mobil tangki dengan kapasitas setiap mobilnya 5000 liter. Sehingga untuk hari ini kita salurkan 30 liter air untuk tiga dusun,” jelasnya

Menyoal cukup tidaknya, dia mengatakan pastinya warga akan merasa tidak tercukupi apalagi saat ini mereka sedang dilanda krisis air.

“Kalau kita bicara cukup tidaknya, tentunya masih belum cukup disaat sekarang. Yang pasti bantuan akan terus kami salurkan sambil mendata berapa jumlah Kepala Keluarga (KK),” jelasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Maros, Hamzah mengatakan untuk hari ini pihaknya membagikan air di Desa Pajukukang.

“Ada tiga dusun di Desa Pajukukang kita salurkan air bersih. Yakni Dusun Balosi, Dusun Parasangang Beru dan Panaikang,” katanya.

Satu mobil tangki, kata dia mengangkut 5.000 kubik air bersih. Di mana setiap dusun, akan mendapatkan jatah 2 mobil tangki air bersih.

Dia menambahkan, untuk menghindari warga yang saling berebutan air bersih, maka BPBD Maros menyalurkan air bersih melalui pemerintah setempat seperti kepala dusun.

“Kita telah meminta aparat dusun untuk menyediakan tandon sebagai penampungan air. Sehingga warga bisa mengambil disana. Ini juga supaya semua terbagi rata,” ungkapnya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...