Akar Bajakah Antikanker, Peneliti Ingin Pastikan Spesimennya

Jumat, 16 Agustus 2019 - 13:16 WIB

FAJAR.CO.ID– Akar bajakah mendadak viral setelah tiga siswa asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani menemukan obat penyembuh kanker dari kayu bajakah.

Penemuan tersebut membuat bajakah langsung diklaim bisa menjadi obat anti kanker. Namun, para peneliti masih belum bisa memastikan hal tersebut.

Guru Besar Tetap Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Irmanida Batubara menjelaskan secara gamblang apa itu bajakah dan efektivitasnya sebagai anti-kanker.

Lewat literatur dari Peneliti David Su yang berjudul Indigenous People of Central Kalimantan, Irmanida mengatakan bahwa bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya akar-akaran dari spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies, tapi sebutan untuk sekelompok akar-akaran.

Kompak, Personel TNI-Polri di Bone Patroli Bendera Usang

Akar Bajakah Obat Antikanker, Jokowi: Penemuan Besar

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Resmi Diumumkan Jokowi

Ketua DPD RI Dukung Pembangunan PLTN di Kalbar

Ketua DPD RI Dukung Pembangunan PLTN di Kalbar

Menurut Irmanida, pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Namun, perlu perjalanan penelitian yang panjang untuk membuktikannya.

“Kami masih belum tahu pasti nama latinnya (akar bajakah, Red). Mungkin sengaja ditutupi. Jadi belum tahu pasti (tentang khasiatnya sebagai obat anti kanker, Red),” tegasnya.

Menurut Irmanida, sejumlah peneliti akan datang langsung ke Palangkaraya pada pekan depan untuk memastikan dari spesies tumbuhan apa bajakah ini. Sebelum hal itu terjawab, Irmanida menuturkan bahwa ia tidak berani memastikan khasiat bajakah dalam mengobati kanker.

“Pekan depan akam ada tim dari B2P2TOOT Tawangmangu yang turun lapangan untuk memastikan spesimennya. Prosedur untuk bisa dinyatakan sebagai obat anti-kanker masih panjang prosesnya,” tegasnya. (jp)

loading...