Jaksa Agung dari Profesional, Prasetyo dan Paloh Bilang Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan jabatan strategis negara pada periode kepemimpinannya yang kedua. Salah satu yang diganti yakni posisi Jaksa Agung. Rencananya posisi itu tidak lagi dari orang berlatar belakang partai politik.

Menanggapi itu, Jaksa Agung, M Prasetyo tak mempermasalahkan apabila diganti. Dia menilai itu hak prerogatif Jokowi untuk menentukan komposisi yang tepat dalam pemerintahannya.

“Saya nggak punya respons apa-apa, enggak masalah. Saya sendiri kan memang pernah berada di parpol, tapi ketika ditugaskan sebagai Jaksa Agung ini, parpol itu melepaskan saya,” ujar Prasetyo di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Prasetyo menilai, seseorang berlatar belakang partai maupun profesional boleh menduduki kursi Jaksa Agung. Siapapun itu, yang terpenting adalah bekerja mengedepankan kepentingan bangsa, tidak untuk partai maupun kelompoknya.

Oleh karena itu, dia mempertanyakan kenapa baru sekarang posisi Jakgung dari partai politik dipersoalkan. Sebab, ini sudah menjadi fenomena lama. Prasetyo bukan satu-satunya Jaksa Agung yang pernah menjadi anggota partai politik.

Di sisi lain, Prasetyo mengatakan kinerjanya selama ini tidak pernah mengecewakan Presiden. “Saya tidak pernah ditegur, tidak pernah ada kekecewaan presiden. Orang semua melihat apa yang saya lakukan,” ucapnya.

Atas dasar itu, Prasetyo menilai tidak tepat apabila Jakgung yang berlatar belakang partai akan menggangu independensi dalam bekerja. Sebab, kinerja Jaksa Agung diawasi pula oleh publik.

“Ketika kita mencegah, dan menemukan buktin yang tidak terbantahkan harus kita tindak. Tidak pandang bulu. Dari partai manapun (non partai),” tegas mantan politikus Nasdem itu.

Senada, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh pun tak keberatan apabila Jakgung diambil dari non partai. Selama memang itu untuk kepentingan bangsa.

Diterima Pansus Hak Angket, Demonstran Tuntut Pemakzulan Nurdin Abdullah

Kiki Fatmala Bilang Ini Ditanya Soal Pindah Agama

Band The 1975 Konser di Jakarta, Tiketnya Rp950 Ribu

Citilink Pindah Operasi ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Sindiran Jokowi Soal Plesiran Legislatif, Ini Reaksi Fahri Hamzah

“Tidak ada masalah dari Nasdem. Apa masalahnya. Ini sungguh betul-betul sikap Nasdem jangan ragukan,” kata dia.

Surya menegaskan, Nasdem mendukung Jokowi di Pilpres 2019 tanpa syarat. Oleh karena itu, seluruh kebijakan yang dibuat Jokowi pun akan didukung. “Kalau Jaksa Agung, presiden mau ubah, jangankan tunggu sebulan lagi, kalau hari ini mau diganti memang kenapa,” terangnya.

Meski begitu, Surya menilai Jaksa Agung dari non partai tidak bisa memberikan garansi bisa bekerja lebih baik. “Belum tentu, siapa bilang lebih baik, kan belum tentu juga. Bisa lebih bobrok juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media utama di Istana Merdeka kemarin (14/8), Jokowi -sapaan akrab Joko Widodo- menyatakan sudah menyelesaikan penyusunan kabinetnya. Salah satu yang diganti adalah jaksa agung. “Dari kalangan nonparpol,” sebutnya.

Seperti diketahui, pada periode pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, jakgung dijabat M. Prasetyo. Dia merupakan mantan kader Partai Nasdem. Dalam sejarahnya, jaksa agung pernah dijabat sosok dari luar Kejaksaan Agung. Meski begitu, Jokowi belum memastikan apakah itu berarti posisi jakgung akan diisi sosok dari eksternal Korps Adhyaksa. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...