Jaksa Agung dari Profesional, Prasetyo dan Paloh Bilang Ini

Jumat, 16 Agustus 2019 15:09

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan jabatan strategis negara pada periode kepemimpinannya yang kedua. Salah satu yang diganti yakni posisi Jaksa Agung. Rencananya posisi itu tidak lagi dari orang berlatar belakang partai politik.Menanggapi itu, Jaksa Agung, M Prasetyo tak mempermasalahkan apabila diganti. Dia menilai itu hak prerogatif Jokowi untuk menentukan komposisi yang tepat dalam pemerintahannya.“Saya nggak punya respons apa-apa, enggak masalah. Saya sendiri kan memang pernah berada di parpol, tapi ketika ditugaskan sebagai Jaksa Agung ini, parpol itu melepaskan saya,” ujar Prasetyo di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).Prasetyo menilai, seseorang berlatar belakang partai maupun profesional boleh menduduki kursi Jaksa Agung. Siapapun itu, yang terpenting adalah bekerja mengedepankan kepentingan bangsa, tidak untuk partai maupun kelompoknya.Oleh karena itu, dia mempertanyakan kenapa baru sekarang posisi Jakgung dari partai politik dipersoalkan. Sebab, ini sudah menjadi fenomena lama. Prasetyo bukan satu-satunya Jaksa Agung yang pernah menjadi anggota partai politik.Di sisi lain, Prasetyo mengatakan kinerjanya selama ini tidak pernah mengecewakan Presiden. “Saya tidak pernah ditegur, tidak pernah ada kekecewaan presiden. Orang semua melihat apa yang saya lakukan,” ucapnya.Atas dasar itu, Prasetyo menilai tidak tepat apabila Jakgung yang berlatar belakang partai akan menggangu independensi dalam bekerja. Sebab, kinerja Jaksa Agung diawasi pula oleh publik.

Bagikan:
8
1
6

Komentar