Joko Widodo Ingin Indonesia Kuat dan Disengani Bangsa Lain

Jumat, 16 Agustus 2019 - 10:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak semua lembaga tinggi negara, menjaga semangat persatuan guna mewujudkan cita-cita para pejuang kemerdekaan 74 tahun lalu.

Dia mengatakan bahwa check and balances antarlembaga negara sangat penting, tetapi harus berada dalam bingkai yang sama, satu visi besar Indonesia Maju.

“Indonesia yang nyaman bagi seluruh anak bangsa, yang sejahtera, yang adil dan makmur, yang dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Saya yakin dalam bingkai visi yang sama, kita makin kuat, kita makin solid, dan menjadi pemenang dalam kompetisi global,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikannya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2019, di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR dan DPD, Senayan, Jakarta pada Jumat (16/8).

Lewat pidato kenegaraannya, suami Iriana tersebut ingin menghadirkan kembali semangat yang menyala di hati para pejuang kemerdekaan. Bahwa Indonesia rumah besar bersama, hanya mungkin terwujud jika semua elemen bangsa mau bersatu.

Mantan gubernur DKI Jakarta juga mengingatkan bahwa sekarang ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang berbeda, perubahan-perubahan terjadi sangat cepat. Tetapi, kita tidak boleh kehilangan bintang penjuru.

Terombang-ambing 5 Hari di Tengah Laut, WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

Aktor Sonny Septian Setia Dampingi Fairuz A Rafiq di RS

Dendeng Babi Aceh Dijual Online, Ini Reaksi Pemerintah Aceh

Dedikasi Para Relawan Makanan Gratis

Siti Annisa Syafir, Balita yang Ditemukan Memeluk Jenazah Ayahnya

“Kita harus berani menerima era keterbukaan sejagad. Akan tetapi, kita tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan. Kita masuk dalam era kompetisi antarnegara yang semakin sengit. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi,” tutur Joko Widodo.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan bahwa pencapaian visi besar harus kita percepat. Tidak ada jalan lain bagi bangsa ini, selain meninggalkan cara-cara lama dan beradaptasi dengan cara-cara baru.

“Kita butuh terobosan-terobosan baru untuk menjawab harapan rakyat yang makin meningkat. Kita butuh lompatan-lompatan kemajuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kecintaan rakyat. Kita butuh karya-karya nyata agar lembaga-lembaga negara menjadi institusi yang kuat dan berwibawa,” tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, berbagai elemen bangsa tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Ego lembaga harus diruntuhkan, sehingga karya-karya baru dapat diciptakan bersama-sama.

“Ego sektoral yang terkotak-kotak sudah tidak relevan lagi dan harus ditinggalkan. Kolaborasi dan sinergi antarlembaga harus ditingkatkan,” tambahnya. (jpnn)

loading...