Merasa Tertipu Oknum pegawai Bank Mandiri, Ada 38 Kali Transaksi di Rekeningnya Dalam Sehari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Warga Sidrap, H Podda, mengaku benar-benar kapok untuk kembali menyimpan uangnya di Bank Mandiri. Ia merasa sudah terang-terangan tertipu.

Bayangkan, kata H Podda, pada rekening yang ia buat di bank tersebut ada transaksi 38 kali tanpa sepengetahuannya. Tanpa ada tanda tangan atau pemberitahuan kepada dirinya.

“Yah, pada rekening yang Rp2 miliar itu. Sumpah. Saya sama sekali tak tahu. Ini bukti transaksinya. Ada 38 kali transaksi keluar masuk uang saya. Kepada siapa saya juga tak tahu,” ujarnya, sembari memperlihatkan portofolio laporan transaksi keuangan dari bank tersebut.

Transaksi 38 kali ini, kata H Podda, berdasarkan portofolio rekening yang ia pegang itu terjadi pada tanggal 10 April 2019. “Ada apa ini. Masa uang saya keluar tanpa sepengetahuan saya. Masa pula kepala KCP tak tahu. Teller bagaimana?” tutupnya.

Sekadar diketahui, Nasabah prioritas Bank Mandiri itu pun, yakin oknum karyawan Bank Mandiri yang membujuknya menabung menyalahgunakan uangnya itu. Salah satu diantaranya, Rosani dan Andi Rachmat Samaiyo.

H Podda pun mengaku, akan menempuh jalur hukum namun sebelum itu. Ia mengatakan, tak akan melakukannya. Ia masih memberikan waktu kepada pihak Bank Mandiri dalam sepekan ini untuk segera mengembalikannya.”Yang jelas saya tak mau tahu. Siapa itu Rosani siapa itu Andi Rachmat. Yang saya tahu Bank Mandiri,” akunya, sesaat lalu.

H Podda pun kembali mengancam akan menduduki Bank Mandiri cabang Sidrap yang ada di Jalan Jendral Sudirman, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae itu seperti yang sudah ia lakukan bersama Rabu, 14 Agustus. “Sumpah saya. Uang Rp2 miliar di rekening hingga hari ini Bank Mandiri berikan. Saya kembali akan bawa massa. Serius,” geramnya, Jumat (16/8/2019).

Manager Bank Mandiri Area Parepare, Ronald C. Masseleng membenarkan, uang H Podda Rp2 miliar belum bisa dikembalikan dan posisinya tidak dalam kewenangan untuk mengambil keputusan. Terlebih membatalkan pemblokiran tersebut. “Kami hanya bisa meminta kepada H Podda untuk menyurat kepada pihak Bank Mandiri agar diteruskan kepada pimpinan,” katanya. (sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...