Pemuda Maluku Tuntut Otsus dan Jatah Menteri

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, AMBON - Ratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Maluku, melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Maluku yang salah satu tuntutannya terkait jatah menteri di Kabinet Jokowi - Ma'ruf. Tuntutan yang diajukan pada pemerintah pusat di antaranya menyangkut pemberian otonomi khusus (Otsus), serta satu jatah kursi menteri dalam kabinet. "Kami juga meminta pemerintah untuk mengatur ulang PI 10 persen di blok migas abadi Masela," kata ketua Aliansi Pemuda Pemuda Maluku, Subhan Patimahu di Ambon, Kamis. Tuntutan pendemo disampaikan saat diterima anggota DPRD Maluku, Fredik Rahakbauw, Habiba Pellu, Melki Sairdekut, Amir Rumra, dan Constansius Kolatfeka. Sedangkan pedemo terdiri dari KNPI Maluku, LBH Pemuda Maluku diketuai Hamzah Nurlili, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan mahasiswi, serta paguyuban pemuda se-Maluku yang telah berkomitmen bersama pemda untuk memperjuangkan kepentingan daerah ini. "Kami memandang perlu untuk dimasukannya salah seorang putera daerah terbaik menjadi menteri di kabinet jilid II sebagai bentuk partisipasi bersama dalam membangun bangsa ini," kata Subhan. Aliansi juga meminta pemerintah untuk mengatur ulang porsi PI 10 persen, sehingga dapat berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku. Untuk masalah PI blok Masela sebesar 10 persen sebenarnya terlalu kecil bagi daerah penghasil sehingga perlu diatur ulang oleh pemerintah. "Kami juga mendesak pemerintah RI untuk diberlakukan Maluku sebagai provinsi dengan perlakuan khusus atau otonomi khusus," tandasnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan