Polisi Terbakar saat Demo, 30 Pengunjuk Rasa Ditangkap

Jumat, 16 Agustus 2019 - 12:33 WIB

FAJAR.CO.ID, CIANJUR– Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait insiden polisi terbakar saat mengamankan aksi massa di depan kantor Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat. Terbaru, demonstran yang ditangkap bertambah menjadi 30 orang.

“Saat ini sudah ada 30 orang peserta unjuk rasa diamankan oleh polisi,” ujar Dedi di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Mereka yang diamankan berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa. Seperti GMNI, PMII, HMI, Himmat, IMM, DPP.

Rencananya hari ini akan dilakukan gelar perkara dengan beberapa barang bukti yg sudah diamankan. Di antaranya seragam kepolisian yang sudah terbakar, ada ban bekas, handphone, jas almamater, spanduk, hingga bendera.

“Ada dugaan juga peserta tersebut melempar berupa bensin kepada aparat keamanan,” sambung Dedi.

Para pelaku yang diamankan terancam dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 213 ayat (1) KUHP yang mengakibatkan anggota Polisi terluka, dengan ancaman hukuman 8 tahun, atau hingga meninggal dunia dengan hukuman 12 tahun. Selanjutnya, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengab ancaman maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, Unjuk rasa kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus yang di depan kantor Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat, siang tadi berakhir ricuh. Bahkan 3 orang polisi yang mengamankan aksi sampai terbakar akibat ulah demonstran.

PB HMI ke Pemda Sinjai: Harusnya di Support Bukan Dipermalukan Secara Institusi

Program Serasi Meningkatkan Indeks Pertanaman dan Provitas Padi

Aktor Sonny Septian Setia Dampingi Fairuz A Rafiq di RS

Satgas TNI Kontingen Garuda di Kongo Memeriahkan HUT RI

Siti Annisa Syafir, Balita yang Ditemukan Memeluk Jenazah Ayahnya

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kejadian bermula saat masa OKP menggelar aksi di kantor DPRD Cianjur sekitar pukul 09.00. Dalam tuntutannya mereka menagih janji anggota dewan terkait pendidikan yang dianggap masih buruk.

Perwakilan masa sempat diterima oleh Sekretaris Dewan untuk ditampung aspirasinya. Namun, hal itu tak membuat mereka puas. Massa kemudian melakukan longmarch menuju Pemda Cianjur.

Tak hanya itu, massa juga memblokir Jalan Siliwangi di depan pintu masuk Pemda. Pukul 13.00 massa semakin brutal dengan membakar ban. Polisi yang hendak melerai aksi, malah terbakar tersambar api.

“Karena ada salah satu massa aksi yang menyiram bensin ke sekitar ban, sehingga api menyambar anggota Kepolisian yang mencoba memadamkan api tersebut,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8). (jp)

Loading...