Polisi Terbakar saat Demo, 30 Pengunjuk Rasa Ditangkap

FAJAR.CO.ID, CIANJUR-- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait insiden polisi terbakar saat mengamankan aksi massa di depan kantor Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat. Terbaru, demonstran yang ditangkap bertambah menjadi 30 orang.

“Saat ini sudah ada 30 orang peserta unjuk rasa diamankan oleh polisi,” ujar Dedi di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Mereka yang diamankan berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa. Seperti GMNI, PMII, HMI, Himmat, IMM, DPP.

Rencananya hari ini akan dilakukan gelar perkara dengan beberapa barang bukti yg sudah diamankan. Di antaranya seragam kepolisian yang sudah terbakar, ada ban bekas, handphone, jas almamater, spanduk, hingga bendera.

“Ada dugaan juga peserta tersebut melempar berupa bensin kepada aparat keamanan,” sambung Dedi.

Para pelaku yang diamankan terancam dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 213 ayat (1) KUHP yang mengakibatkan anggota Polisi terluka, dengan ancaman hukuman 8 tahun, atau hingga meninggal dunia dengan hukuman 12 tahun. Selanjutnya, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengab ancaman maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, Unjuk rasa kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus yang di depan kantor Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat, siang tadi berakhir ricuh. Bahkan 3 orang polisi yang mengamankan aksi sampai terbakar akibat ulah demonstran.

PB HMI ke Pemda Sinjai: Harusnya di Support Bukan Dipermalukan Secara Institusi

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...